Dompu_NTB, (tamborapress.com) — Aktivitas dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat, kembali berjalan seiring dimulainya kembali kegiatan belajar mengajar (KBM) di sejumlah sekolah setelah libur selama sepekan.
Kembali beroperasinya dapur SPPG turut mendorong peningkatan permintaan sejumlah bahan kebutuhan pokok di pasar tradisional Dompu.
Dari sekitar 70 SPPG yang direncanakan beroperasi di Kabupaten Dompu, baru 12 unit yang telah berjalan. Sementara unit lainnya masih dalam tahap persiapan.
Meski jumlahnya masih terbatas, aktivitas SPPG mulai memengaruhi dinamika permintaan sejumlah komoditas pangan di pasar. Beberapa bahan yang banyak dibutuhkan antara lain telur, bawang merah, cabai, bawang putih, sayur-mayur, daging sapi, dan daging ayam.
Meningkatnya permintaan tersebut membuat pedagang makanan harus bersaing mendapatkan bahan baku dengan pengelola dapur SPPG.
Salah seorang pedagang nasi goreng di Dompu, Suryati, mengaku kini memilih membeli telur sisa atau telur pecah yang masih layak konsumsi karena harganya lebih murah.
“Kalau mau dapat telur yang bagus harus datang pagi-pagi sekali ke pasar. Kalau terlambat, biasanya sudah diborong pengelola SPPG,” ujarnya, Senin (20/07/2026).
Menurut Suryati, persaingan mendapatkan bahan baku tidak hanya terjadi pada telur. Komoditas seperti sayur-mayur, bawang merah, cabai, bawang putih, daging ayam hingga daging sapi juga menjadi kebutuhan yang banyak dicari pedagang warung makan.
Meski permintaan meningkat, Pemerintah Kabupaten Dompu memastikan kondisi tersebut belum mengganggu ketersediaan bahan pokok masyarakat.
Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Dompu, Rendra Pahlewa, mengatakan stok kebutuhan pokok di daerah itu masih aman dengan harga yang relatif stabil.
Menurutnya, sejumlah komoditas yang diproduksi di dalam daerah, seperti sayur-mayur, bawang merah, bawang putih, daging ayam dan daging sapi, masih tersedia dalam jumlah yang mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat maupun SPPG.
Sementara untuk telur yang sebagian besar didatangkan dari luar daerah, Dinas Perindag telah mengantisipasi peningkatan permintaan dengan meminta distributor dan pedagang menambah pasokan.
“Kami sudah meminta pedagang telur untuk menambah stok, terutama setelah SPPG kembali aktif usai libur panjang sekolah. Jadi masyarakat tidak perlu khawatir karena stok tetap mencukupi dan harga masih terkendali,” kata Rendra.
Dinas Perindag berharap penambahan pasokan dari distributor dapat menjaga keseimbangan kebutuhan antara masyarakat, pelaku usaha kuliner, dan dapur SPPG.
Dengan demikian, peningkatan permintaan akibat kembali beroperasinya SPPG diharapkan tidak berujung pada kelangkaan maupun lonjakan harga bahan pangan di pasar Dompu. (IB)

















Leave a Reply