Advertisement

Antisipasi Penumpukan Hewan Kurban, Disnakkeswan NTB Dorong Penambahan Armada Angkut Ternak


Mataram_NTB, (tamborapress.com) — Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) melalui Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakkeswan) NTB mendorong pemerintah pusat untuk menambah armada kapal angkut ternak guna mengantisipasi penumpukan sapi kurban di sejumlah pelabuhan menjelang Hari Raya Idul Adha 2026 tahun ini.

Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi NTB, Muhamad Riadi, saat mendampingi kunjungan kerja Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Republik Indonesia, pada Selasa (3/3/2026) kemarin, guna membahas langkah antisipatif atas lonjakan lalu lintas pengiriman hewan kurban dari NTB ke wilayah Jabodetabek.

Riadi menjelaskan, Kabupaten Bima dan Kota Bima serta Dompu menjadi daerah penyumbang terbesar pengiriman sapi dari NTB. Namun, keterbatasan armada angkutan laut selama ini kerap memicu antrean panjang di pelabuhan, bahkan menyebabkan kematian ternak akibat kelelahan seperti yang terjadi pada tahun sebelumnya.

“ Pemerintah Provinsi NTB mengusulkan penambahan satu unit kapal ternak Camara Nusantara dengan trayek Bima–Tanjung Priok, serta satu unit kapal roro tambahan berkapasitas 50 hingga 70 truk untuk mendukung kelancaran distribusi sapi “, Ujar Riadi.

Menurutnya, keterbatasan sarana angkutan laut berdampak pada penumpukan ternak di sejumlah pelabuhan utama, seperti Pelabuhan Pototano, Pelabuhan Kayangan, Pelabuhan Gilimanuk, serta Pelabuhan Lembar.

Selain soal penambahan armada, Disnakkeswan NTB juga menekankan pentingnya penguatan pengawasan lalu lintas ternak dan mitigasi risiko di sepanjang rantai distribusi. Langkah tersebut dinilai penting untuk menjamin kesehatan hewan sekaligus mencegah terulangnya kematian sapi kurban selama proses pengiriman menuju pasar-pasar hewan di Jabodetabek.

Sementara sebagai bentuk kesiap siagaan, pemerintah daerah juga menyiapkan pengaturan jadwal pengiriman ternak dari Pulau Sumbawa agar disesuaikan dengan kapasitas muat kapal. Skema ini diharapkan dapat mengurangi kepadatan di pelabuhan dan memastikan distribusi berjalan lebih tertib.

“ Upaya ini kami lakukan agar distribusi sapi kurban berjalan lancar, kesehatan hewan terjaga, dan masyarakat tidak dirugikan “, Katanya.

Kunjungan kerja tersebut akan ditindak lanjuti dengan rapat koordinasi lanjutan yang dijadwalkan berlangsung pada Rabu (4/3/2026), di Dinas Perhubungan Provinsi NTB. Rapat ini akan melibatkan operator kapal, asosiasi terkait, serta para pemangku kebijakan guna merumuskan solusi bersama atau win-win solution dalam menghadapi lonjakan pengiriman ternak menjelang Idul Adha.

Pertemuan tersebut turut dihadiri perwakilan Asisten Deputi Konektivitas Maritim dan Udara Kemenko Infrastruktur, Asisten Deputi Logistik Pangan Dalam Negeri serta Asisten Deputi Peningkatan Daya Saing Produk Peternakan Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Kepala KSOP Kelas III Lembar, Kepala Dinas Perhubungan Provinsi NTB, Kepala Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan NTB, Executive Director III PT Pelabuhan Indonesia (Persero), General Manager Pelindo Regional III Lembar, serta Kepala ASDP Cabang Lembar.(IB).

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *