Dompu_NTB, (tamborapress.com) – Sejumlah wali murid SDN 17 Woja, Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat (NTB) memprotes menu Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang dibagikan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), Senin (02/03/2026) kemarin. Pasalnya, menu yang diterima siswa dinilai tidak memenuhi standar mutu gizi dan nilai kelayakan.
Menu MBG yang dibagikan hanya berisi tiga biji kurma, satu potong roti, serta sedikit sambal tempe. Komposisi tersebut memicu kekecewaan orang tua murid karena dinilai jauh dari prinsip gizi seimbang yang dibutuhkan anak usia sekolah.
“ Tidak masuk akal jika menu seperti itu bernilai Rp10 ribu per porsi. Kalau harga pasar, paling Rp5 ribu. Kami menduga ada keuntungan berlebih dan mutu tidak dijaga “, Ujar salah satu wali murid.
Orang tua siswa lainnya menyampaikan, makanan yang disalurkan oleh SPPG Desa Matua, Kecamatan Woja, sangat minim dan tidak sesuai dengan standar gizi maupun harga yang disepakati. Mereka juga menilai kinerja SPPG yang melayani sekolah tersebut buruk dan tidak profesional, sehingga memunculkan spekulasi dugaan penyimpangan dalam pengadaan MBG.
Para wali murid mendesak agar pengelola SPPG membuka informasi secara transparan, mulai dari rincian menu, nilai gizi, hingga harga setiap komponen makanan, agar mudah dievaluasi publik.
Mereka juga meminta Koordinator Badan Gizi Nasional (BGN) Kabupaten Dompu, menghentikan sementara operasional satuan pelayanan yang dinilai tidak memenuhi standar, demi menjaga keamanan pangan dan kepercayaan masyarakat terhadap program.
Program MBG yang digagas pemerintah pusat melalui BGN sejatinya dirancang untuk memperkuat asupan gizi peserta didik dengan kombinasi karbohidrat, protein, sayur, buah, serta susu atau sumber kalsium lain. Namun, realisasi di lapangan disebut belum memenuhi komposisi tersebut.
“ Saya minta pihak terkait segera menutup layanan MBG yang bermasalah ini “, Ujar seorang orang tua siswa yang enggan disebutkan namanya.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, menu yang diterima siswa pada Senin (02/03/2026) berupa kue bolu kukus, kurma, serta sambal kacang dan tempe. Komposisi ini menimbulkan pertanyaan terkait keseimbangan gizi, terutama ketiadaan sayur dan sumber karbohidrat utama yang menjadi bagian penting pedoman gizi seimbang.
Hingga berita ini dirilis, awak media masih berupaya mengonfirmasi pihak pengelola SPPG Kecamatan Woja yang melayani SDN 17 Woja di Desa Matua untuk memperoleh klarifikasi, guna menjaga keberimbangan pemberitaan.(IB).
Berisi 3 Butir Kurma dan Sebiji Roti, Menu MBG di Dompu di Protes Warga

















Leave a Reply