Dompu_NTB, tamborapress.com – Gengsi Pacuan Kuda Dompu Maju 2025 mendadak terjun bebas. Arena Lembah Kara, Desa Lepadi, Kecamatan Pajo, yang biasanya disesaki ribuan penonton justru tampak lengang dan kehilangan atmosfer kompetitifnya, Minggu (16/11/2025) pagi.
Kondisi tersebut diduga sebagai imbas dari aksi protes sejumlah peserta pada hari pembukaan event, Sabtu (15/11/2025) kemarin. Protes yang sempat memanas itu disebut-sebut langsung menggerus kepercayaan publik terhadap profesionalitas panitia dan sportifitas lomba tahun ini.
Padahal, Lembah Kara dikenal sebagai arena pacuan terbesar dan paling bergengsi di Pulau Sumbawa, dengan lintasan 1.200 meter yang selalu menjadi magnet bagi pecinta kuda pacu dari NTB hingga NTT. Namun hari ini, tribun yang biasanya meluap oleh ribuan hingga belasan ribu penonton, justru terlihat sepi.
Pantauan tamborapress.com menunjukkan penurunan jumlah penonton yang sangat mencolok dibanding event-event sebelumnya. Suasana yang biasanya riuh oleh teriakan pendukung kini berubah menjadi arena raksasa yang “kehilangan nyawanya”.
Seorang pengunjung asal Kecamatan Kempo, Ahmad, mengaku kecewa dan menyebut bahwa insiden protes kemarin menjadi pemicu utama sepinya minat penonton.
” Mungkin karena peristiwa kemarin di hari pembukaan. Banyak yang protes ke panitia. Jadi timbul anggapan event kali ini tidak sportif “, Ujar Ahmad, warga Desa Ta’a yang mengaku jarang absen mengikuti pacuan kuda di berbagai daerah NTB.
Ahmad menegaskan, bahwa Lembah Kara selama ini adalah arena idola para penghobi kuda pacu. Selain lintasannya yang panjang, arena ini diyakini memiliki “daya magis” tersendiri bagi para peserta.
“ Lembah Kara itu arena bergengsi dan menantang. Ada daya tariknya sendiri “, Sambungnya.
Turunnya minat penonton pada event kali ini menjadi tamparan keras bagi penyelenggara. Ajang yang mestinya menjadi pesta besar pecinta kuda pacu justru dililit isu dugaan ketidakprofesionalan panitia penyelenggara.
Jika situasi ini tak segera dibenahi, bukan tidak mungkin reputasi Lembah Kara yang selama ini menjadi simbol kebanggaan Dompu, akan ikut tercoreng.(IB).
















Leave a Reply