Dompu_NTB, tamborapress.com – Pelaksanaan hari ke-4 Event Pacuan Kuda Tradisional Dompu 2025 di Arena Lembah Kara, Desa Lepadi, Kecamatan Pajo, Selasa (18/11/2025), diwarnai ketegangan tinggi setelah sejumlah peserta memprotes Ketua Pordasi Dompu dan panitia lantaran dinilai tidak konsisten dalam menerapkan keputusan diskualifikasi terhadap beberapa kuda.
Padahal sebelumnya, terdapat sembilan ekor kuda yang telah resmi di diskualifikasi karena diduga tidak mengikuti prosedur pengukuran dan pengecekan sebagaimana peserta lainnya.
Namun pada putaran kedua yang digelar hari ini, Nama kuda yang telah dicoret itu kembali muncul dalam daftar peserta pertandingan. Kondisi tersebut langsung memicu protes keras dari peserta dan bahkan sebagian panitia sendiri, sehingga menyebabkan jalannya pertandingan sempat terhenti hampir setengah jam.
Melihat situasi yang kian memanas, Kapolsek Pajo, Ipda. Erwin Rosadi, selaku petugas keamanan pertandingan, turun langsung ke lokasi untuk meminta kejelasan. Ia meminta panitia menunjukkan buku catatan resmi hasil pengukuran dan pengecekan sebagai dasar pembagian kelas. Namun permintaan tersebut tidak mampu dipenuhi Ketua Pordasi Dompu, H. Abdul Haris, sehingga terjadi “adu mulut” di depan panitia dan peserta.
Ketegangan akhirnya mereda setelah dilakukan mediasi singkat, dan Ketua Pordasi Dompu kemudian mengumumkan secara terbuka bahwa kuda yang dipermasalahkan batal diikutsertakan pada putaran kedua. Pengumuman itu disambut sorak lega para peserta serta pengunjung, dan pertandinganpun kembali dilanjutkan.
Salah satu panitia yang diwawancarai tamborapress.com, membenarkan bahwa masuknya kembali kuda yang telah didiskualifikasi menjadi pemicu utama protes hari ini.
” Kuda itu sudah dinyatakan diskualifikasi di putaran pertama, tapi pada putaran kedua malah muncul lagi namanya. Itu yang membuat kami keberatan “, Ujarnya.(IB).






