Dompu_NTB, (tamborapress.com) – Arena Pacuan Kuda Lembah Kara Dompu, yang dikenal sebagai lintasan “terganas” di Nusa Tenggara, resmi menantang para jawara kuda pacu untuk unjuk kualitas dalam gelaran bergengsi menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-211 Kabupaten Dompu, dan dijadwalkan berlangsung 18 hingga 26 April 2026 besok.
Stadion Lembah Kara sendiri bukan hanya sebatas arena pacuan kuda tetapi merupakan medan uji nyali bagi Jawara. panjang lintasan yang mencapai 1200 meter dengan karakter keras, menjadikannya sebagai salah satu arena paling menantang sekaligus paling bergengsi di wilayah Nusa Tenggara Barat.
Dalam rangka memeriahkan HUT Dompu, panitia pelaksana membuka kesempatan luas bagi seluruh pemilik dan joki kuda untuk ambil bagian di event tersebut.
Ketua panitia, Dediansyah, menegaskan bahwa event ini bukan bersifat kompetisi semata tetapi momentum kebangkitan tradisi pacuan kuda yang telah mengakar kuat di tengah masyarakat Bumi Nggahi Rawi Pahu.
“Ini terselenggara atas inisiatif bersama para pecinta pacuan kuda tradisional di Dompu, sekaligus untuk merayakan hari jadi ke-211 Kabupaten Dompu,” ujarnya.
Sebelum memasuki fase lomba, peserta diwajibkan mengikuti tahapan pengukuran kuda yang akan berlangsung pada 12 hingga 17 April 2026 di arena Lembah Kara yang berlokasi di Desa Lepadi, Kecamatan Pajo. Tahap ini menentukan klasifikasi, mulai dari kelas pemula dengan batas maksimal tinggi 109 cm hingga kelas dewasa F. Sementara itu, kelas TNA dan DA digabung, memperbesar peluang terciptanya persaingan sengit di lintasan.
Untuk biaya pendaftaran, Panitia menetapkan sebesar Rp500 ribu per kuda. nilai yang sepadan dengan gengsi dan reputasi event yang dipertaruhkan.
Untuk diketahui, Reputasi Lembah Kara sebagai lintasan “ganas” bukan tanpa alasan. Banyak kuda unggulan yang datang dengan status juara justru harus mengakui kegagalan di lintasan tersebut. Faktor panjang lintasan, tekanan ritme, serta kebutuhan stamina tinggi menjadi pembeda utama.
Para penantang tidak hanya fokus soal kecepatan, tetapi juga daya tahan dan kecerdasan joki dalam membaca irama balapan. Kesalahan sekecil apa pun bisa berujung pada kehilangan momentum.
Lebih dari itu, Lembah Kara sendiri juga dikenal dengan aura tak terduga. Di kalangan pecinta pacuan kuda, arena ini sering disebut sebagai tempat di mana kejutan kerap terjadi. Jawara yang sebelumnya diunggulkan bisa tumbang dan sang penantang justru mencuri perhatian.
Ajang yang digelar tahun ini, bukan saja bagian dari perayaan HUT Dompu semata, tetapi panggung pertaruhan gengsi para jawara. Filosofi “satu kuda sejuta saudara” tetap dijunjung, namun di Lembah Kara, hanya yang terkuat yang akan dikenang.(IB).
Lintasan Terganas Se Nusa Tenggara “Lembah Kara” Tantang Para Jawara Kuda Pacu di HUT Dompu Ke 211

















Leave a Reply