Dompu_NTB, (tamborapress.com) – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Dompu secara resmi menyampaikan sikap kelembagaan terkait konflik internal yang terjadi di tubuh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dalam beberapa waktu terakhir. Sikap tersebut tertuang dalam Surat Pernyataan bernomor 31/PC.01/A.II.07.99/2904/12/2025, yang dikeluarkan pada Selasa (23/12/2025) kemarin.
Dalam surat pernyataan tersebut, PCNU Dompu menegaskan dukungannya terhadap keputusan Musyawarah Kubro yang diinisiasi para kiai sepuh bersama jajaran mustasyar PBNU di Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri, Jawa Timur, pada Ahad, 30 Jumadil Tsaniyah 1447 H atau Minggu 21 Desember 2025.
PCNU Dompu menilai, Musyawarah Kubro tersebut merupakan ikhtiar penting untuk menjaga kemaslahatan jam’iyah dan keutuhan jamaah NU di tengah dinamika dan perbedaan pandangan yang belakangan memicu ketegangan di internal PBNU pasca Muktamar ke-34 di Lampung.
“ Demi kemaslahatan jam’iyah dan menjaga keutuhan jamaah, kami sangat menjunjung tinggi keputusan Musyawarah Kubro yang diinisiasi Kiai-Kiai Sepuh bersama jajaran Mustasyar PBNU di Pondok Pesantren Lirboyo,” Demikian salah satu poin pernyataan PCNU Dompu.
Selain itu, PCNU Dompu juga secara tegas meminta mandataris Muktamar ke-34 Lampung, yakni Rais Aam dan Ketua Umum PBNU, untuk segera melakukan taslim dan islah dengan duduk bersama, serta tidak memperpanjang konflik yang dinilai dapat berdampak pada soliditas organisasi dan kepercayaan warga NU di akar rumput.
“Segera islah, duduk bersama, dan tidak memperpanjang konflik, sebagaimana diamanahkan oleh para kiai sepuh dan jajaran mustasyar PBNU di Lirboyo,” Tegas PCNU Dompu dalam pernyataannya.
Sebagaimana diketahui, konflik internal PBNU belakangan mencuat ke ruang publik akibat perbedaan sikap dan komunikasi antar elite struktural, yang dinilai berpotensi mengganggu khidmat jam’iyah NU sebagai organisasi keagamaan dan sosial kemasyarakatan terbesar di Indonesia.
Lebih jauh, PCNU Dompu dalam pernyataannya juga mengimbau seluruh pihak agar tidak saling menutup diri dan lebih mengedepankan kepentingan umat serta kemaslahatan Nahdlatul Ulama di atas kepentingan kelompok maupun individu.
Sikap kelembagaan tersebut ditegaskan sebagai bentuk tawasau bil-haqqi wa tawasau bis-shabri, sekaligus komitmen PCNU Dompu untuk menjaga marwah NU sebagai rumah besar umat yang menjunjung nilai persatuan, kebijaksanaan, dan musyawarah.
Surat pernyataan tersebut ditandatangani secara elektronik oleh Rais PCNU Dompu Drs. KH. Mokh. Nasuhi, M.Si, Katib HL. Saripuddin, S.Ag, SQ, Ketua Drs. KH. Muhibuddin, M.Si, serta Sekretaris M. Syahroni, SP, MM, dan ditembuskan kepada Pengurus Besar Nahdlatul Ulama serta Pengurus Wilayah NU Provinsi Nusa Tenggara Barat.
Sebagaimana diketahui, konflik internal PBNU belakangan mencuat ke ruang publik akibat perbedaan sikap dan komunikasi antar elite struktural, yang dinilai berpotensi mengganggu khidmat jam’iyah NU sebagai organisasi keagamaan dan sosial kemasyarakatan terbesar di Indonesia.(IB).
PCNU Dompu Serukan Islah, Dorong Penyelesaian Konflik Internal PBNU

















Leave a Reply