Dompu_NTB, (tamborapress.com) – Polemik dugaan aliran dana hibah Kesejahteraan Rakyat (Kesra) sebesar Rp2 miliar di Kabupaten Dompu terus bergulir dan semakin menyita perhatian publik. Di tengah minimnya keterbukaan data, muncul pertanyaan mendasar, apakah dana hibah dalam bentuk bantuan tunai tersebut benar-benar disalurkan tepat sasaran kepada masyarakat yang membutuhkan?.
Isu tersebut muncul seiring dugaan bahwa porsi signifikan dari dana tersebut justru mengalir ke sejumlah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM). Hal itu memantik keraguan publik terhadap arah kebijakan anggaran daerah yang seharusnya berpihak pada kepentingan masyarakat luas.
Sekretaris Daerah (Sekda) Dompu, H. Khaerul Insan, saat ditemui awak media pada Selasa (07/04/2026) siang tadi di ruang kerjanya, belum memberikan jawaban yang sepenuhnya menjernihkan persoalan. Menanggapi dugaan bahwa mayoritas dana hibah mengalir ke LSM, ia justru tidak menampik kemungkinan tersebut.
“ Kalau memang sesuai aturan, ya, Pemda tidak menutup kemungkinan. Bisa jadi. Itu tergantung jenis pekerjaan dan proposal yang mereka ajukan “, Ujarnya.
Pernyataan tersebut justru mempertegas adanya peluang penyaluran dana hibah ke LSM dalam jumlah besar, sepanjang dinilai memenuhi persyaratan administratif yang ditetapkan pemerintah daerah.
Lebih lanjut, Sekda menjelaskan bahwa penerima dana hibah ditetapkan melalui Surat Keputusan (SK) yang memuat nama lembaga serta besaran dana yang diterima masing-masing pihak. Ia juga menegaskan bahwa angka Rp2 miliar merupakan total keseluruhan dana hibah, dan tidak seluruhnya diperuntukkan bagi LSM.
“ Ada untuk TPQ, lembaga kesejahteraan masjid, taman kanak-kanak, lembaga Islam, dan lain-lain “, Jelasnya.
Kendati demikian, penjelasan tersebut dinilai masih bersifat umum dan belum menyentuh aspek yang dipertanyakan publik, yakni proporsi riil pembagian dana serta daftar penerima secara rinci.
Sekda juga mengungkapkan bahwa skema dana hibah tidak hanya berada di Bagian Kesra Setda Dompu, melainkan tersebar di sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lain, seperti Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Dikpora) serta instansi terkait lainnya.
Meski begitu, gelombang pertanyaan publik belum mereda. Keputusan mengalokasikan dana tunai dalam jumlah besar, yang diduga dominan mengalir ke LSM dan dinilai perlu diuji dari sisi urgensi, efektivitas, dan dampaknya terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Ironisnya, di tengah polemik yang berkembang, Sekda Dompu justru mengaku belum melihat secara rinci detail anggaran pada Bagian Kesra Setda Dompu yang berada langsung di bawah koordinasinya. Pernyataan ini menimbulkan tanda tanya baru terkait pengawasan internal dalam pengelolaan anggaran daerah.
“ Nanti saya kasi datanya “, Katanya singkat.(IB).
Polemik Dana Hibah 2 Miliar ke Saku LSM, Sekda Dompu : Nanti Saya Kasih Datanya

















Leave a Reply