Dompu_NTB, (tamborapress.com) – Sebuah video singkat yang memperlihatkan aksi pemukulan terhadap salah seorang massa aksi saat berlangsungnya demonstrasi ratusan guru honorer di Pendopo Bupati Dompu, Nusa Tenggara Barat, Selasa (20/01/2026) kemarin, viral di media sosial dan memicu perhatian publik.
Dalam rekaman tersebut, terlihat seorang pria muda mengenakan baju berwarna hijau diduga melakukan aksi pemukulan terhadap salah seorang peserta aksi di tengah kerumunan demonstran. Aksi itu terjadi saat unjuk rasa Aliansi Guru Honorer Dompu yang menolak kebijakan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap ribuan guru honorer.
Pria dalam video tersebut diketahui bernama Budirman, warga Desa Tekasire, Kecamatan Manggelewa. Saat ini, ia disebut menjabat sebagai Manajer SPBU Manggelewa dan masih tercatat sebagai mahasiswa STIE Yapis Dompu.
Kepada wartawan, Budirman memberikan klarifikasi terkait insiden tersebut.
Ia mengakui adanya pemukulan, namun menjelaskan tindakan itu dilakukan secara spontan sebagai bentuk reaksi balasan setelah dirinya terlebih dahulu dipukul oleh salah seorang demonstran.
“ Tidak ada niat apa-apa. Saya hanya membalas karena saya dipukul lebih dulu “, Kata Budirman.
Ia menjelaskan, kehadirannya di Pendopo Bupati Dompu saat kejadian bukan untuk terlibat dalam aksi unjuk rasa. Ia mengaku memiliki agenda pertemuan dengan Asisten I Bupati Dompu dan hanya menonton aksi demonstrasi yang kebetulan sedang berlangsung.
“ Kebetulan saya ada agenda di pendopo. Karena ada demo, saya menonton. Tiba-tiba saya dipukul oleh salah satu peserta aksi “, Ucapnya.
Budirman juga membantah tudingan yang menyebut dirinya sebagai provokator atau preman yang sengaja ditugaskan untuk mengacaukan jalannya demonstrasi.
“ Saya menolak dituduh sebagai provokator, apalagi disebut preman. Tidak ada maksud lain selain menonton “, Tandasnya.
Sementara terkait video yang kini beredar luas, Budirman menduga rekaman tersebut telah dipotong dan tidak menampilkan peristiwa secara utuh. Ia menyayangkan video yang hanya menampilkan momen saat dirinya melakukan pemukulan, tanpa memperlihatkan kejadian ketika ia lebih dulu diserang.
“ Sangat disayangkan karena video itu tidak utuh. Hanya menampilkan saat saya memukul. Saya menduga ini sengaja disebarkan untuk memperkeruh suasana “, Jelasnya.
Sebagaimana diketahui, ratusan guru honorer di Kabupaten Dompu yang tergabung dalam Aliansi Guru Honorer menggelar aksi demonstrasi menolak kebijakan Bupati Dompu, Bambang Firdaus, yang merumahkan sekitar 2.920 guru honorer yang tidak tercantum dalam database pemerintah.
Insiden pemukulan tersebut sempat memicu ketegangan di lokasi aksi dan menimbulkan reaksi dari para demonstran. Situasi bahkan sempat memanas, namun berhasil diredam oleh aparat keamanan yang berjaga selama berlangsungnya unjuk rasa.(IB).
Pria Terekam Memukul Demonstran di Pendopo Bupati Dompu Beri Klarifikasi

















Leave a Reply