Advertisement

Ratusan Petani di Dompu Blokir Jalan, Tuntut Bulog Serap Gabah Saat Panen Raya

Dompu_NTB, (tamborapress.com) – Ratusan petani di Kecamatan Woja, Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat (NTB), menggelar aksi blokir jalan pada Sabtu (04/04/2026) malam. Aksi tersebut dipicu kekecewaan petani terhadap belum optimalnya penyerapan gabah oleh Bulog dan mitra pengusaha di tengah masa panen raya.

Para petani menilai kondisi tersebut sangat merugikan mereka, mengingat hasil panen melimpah namun belum terserap pasar. Sejumlah petani mengaku terpaksa melakukan aksi sebagai bentuk protes atas minimnya pembelian gabah di lapangan, khususnya di wilayah So Cumpa.

“ Aksi dilakukan karena hasil panen tidak diserap oleh tengkulak maupun Bulog, terutama di beberapa titik di Kecamatan Woja “, Ujar salah seorang petani yang enggan disebutkan namanya.

Keluhan senada juga disampaikan petani dari Kecamatan Pajo dan Dompu. Mereka mengaku menghadapi penolakan dari sejumlah pembeli, sehingga gabah hasil panen berisiko menumpuk dan menurunkan kualitas.

Menanggapi hal tersebut, Manajer PT Lancar Abadi, Tatang Joko Satria, yang diketahui sebagai satu-satunya mitra Bulog di Kabupaten Dompu, membantah pihaknya tidak menyerap gabah petani.

Kata dia, perusahaan tetap melakukan pembelian secara maksimal dengan mengerahkan seluruh armada pengangkut dan jaringan mitra. Namun, lonjakan panen dalam waktu bersamaan menyebabkan antrean panjang di gudang.

“ Bulog dan mitranya tetap membeli. Kami sudah bekerja semaksimal mungkin, hanya saja antrean di gudang cukup panjang karena panen serentak “, Kata Tatang, Minggu (05/04/2026) Siang.

Sementara terkait keluhan penolakan gabah, Tatang menjelaskan hal itu lebih disebabkan faktor kualitas. Ia menyebut kondisi cuaca ekstrem dalam beberapa hari terakhir, seperti hujan dan angin kencang, berdampak pada mutu gabah yang dipanen.

“ Cuaca beberapa hari ini cukup ekstrem, banyak hujan dan angin. Itu kemungkinan memengaruhi kualitas padi petani “, Ujarnya.

Kendati demikian, Tatang memastikan pihaknya tetap berkomitmen menyerap gabah petani hingga tuntas. Ia juga menegaskan bahwa Bulog tidak memberlakukan batasan Quota penyerapan selama periode April ini.

“ Tidak ada quota. Selama April, penyerapan masih terus dilakukan “, Tegasnya.(IB).

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *