Dompu_NTB, tamborapress.com — Aroma ketidak-beresan pada Event Pacuan Kuda Tradisional Dompu Maju 2025 kini mulai terendus. Tim investigasi khusus yang diturunkan Pordasi NTB menyatakan telah mengantongi sejumlah bukti awal terkait dugaan kuat terjadinya pelanggaran dan praktik kecurangan selama pagelaran yang berlangsung di Arena Lembah Kara Lepadi, Kecamatan Pajo, Kabupaten Dompu, sejak 15 hingga 23 November 2025.
Ketua Komisi Pacu Pordasi NTB, Iskandar HI, SE, yang merupakan anggota tim investigasi, pada Sabtu (22/11/2025) siang, menegaskan bahwa timnya bergerak cepat sejak menerima mandat resmi dari Ketua Pordasi NTB. Penyelidikan dilakukan sebagai respons atas rangkaian kekisruhan yang mewarnai event sejak hari pertama pelaksanaan.
“ Saat ini kami tengah melaksanakan tugas untuk mengusut sejumlah dugaan kecurangan dan pelanggaran yang terjadi di event Lembah Kara Dompu “, Tegas Iskandar.
Meski mengaku baru dua hari turun ke lapangan, tim investigasi sudah mengumpulkan sejumlah dokumen, rekaman, serta bukti visual yang mengindikasikan adanya pelanggaran yang diduga dilakukan oleh pihak panitia penyelenggara.
” Kami sudah mendapatkan bukti adanya dugaan tersebut, termasuk beberapa dokumentasi “, Ungkapnya.
Bukti-bukti awal tersebut, kata dia, menguatkan laporan dan keluhan dari peserta maupun pencinta pacuan yang menilai adanya ketidakberesan dalam sejumlah proses, mulai dari penanganan teknis, penjurian, hingga pengukuran kelas yang dipertandingkan.
Iskandar menilai kekisruhan yang nyaris terjadi setiap hari itu bukan tanpa sebab. Ia menyebut tidak adanya komunikasi antara panitia penyelenggara dengan Pordasi NTB menjadi salah satu faktor. Bahkan, Komisi Pacu Pordasi NTB selaku otoritas teknis sama sekali tidak pernah dilibatkan dalam penyusunan maupun pelaksanaan mekanisme event.
” Kalau kita merujuk mekanisme dan SOP penyelenggaraan event, seharusnya sejak awal proses Komisi Pacu Pordasi NTB dilibatkan. Tapi mereka tidak pernah sekalipun berkoordinasi dengan kami “, Bebernya.
Menurut Ketua Komisi Pacu Pordasj NTB itu, ketidaktahuan panitia terhadap SOP resmi penyelenggaraan pacuan kuda profesional menjadi indikator kekacauan penyelenggaraan event.
Meski tekanan publik meningkat, Iskandar menegaskan bahwa timnya akan bekerja secara objektif dan profesional serta Tidak memberi ruang bagi kepentingan kelompok atau pihak tertentu.
” Yang jelas kami akan bekerja sebaik-baiknya dan kami pastikan proses dilakukan secara objektif “, Tegasnya.
Sebelumnya, Pordasi NTB menggelar rapat terbatas setelah menerima banyak laporan, protes, dan keluhan dari peserta serta pemerhati pacuan terkait berbagai insiden di arena. Dari situlah diputuskan pembentukan tim investigasi khusus untuk menelusuri akar persoalan.
Hasil penyelidikan ini nantinya akan menjadi dasar bagi Pordasi NTB untuk menentukan langkah penindakan, termasuk kemungkinan rekomendasi sanksi kepada pihak penyelenggara jika terbukti melakukan pelanggaran.(IB).





