Mataram_NTB, Tamborapress.com – Polemik Event Pacuan Kuda Tradisional Dompu Maju 2025 terus menggelinding dan kini memasuki fase yang jauh lebih serius. pagelaran yang dimulai Sabtu (15/11/2025) di Arena Lembah Kara, Lepadi, Kecamatan Pajo, Kabupaten Dompu tersebut berubah menjadi perbincangan panas setelah berbagai dugaan pelanggaran mulai mencuat dan menyeret nama panitia serta pengurus Pordasi Dompu.
Situasi yang awalnya dianggap sekadar protes biasa itu kini berkembang menjadi persoalan besar yang memaksa Pordasi NTB turun tangan secara tegas.
Ketua Pordasi NTB, Rangga Danu Meinaga Aditama SH. MH., kepada Tamborapress.com, Senin (17/11/2025) siang, menyatakan bahwa pihaknya telah menerima informasi tentang berbagai dugaan pelanggaran pada event tersebut. Ia menegaskan bahwa informasi itu bukan sekadar isu tetapi perlu ditindaklanjuti dengan langkah konkret.
” Kami sudah menerima berbagai informasi bahwa ada dugaan pelanggaran kegiatan itu “, Ungkapnya.
Melihat eskalasi masalah yang terus meningkat, Pordasi NTB langsung membentuk tim investigasi khusus yang diberi mandat untuk menelusuri seluruh rangkaian kegiatan di Dompu. Rangga menegaskan bahwa tim ini diberi wewenang penuh untuk mengecek, mengaudit, dan menilai apakah Pordasi Dompu menjalankan kewenangan sesuai aturan.
” Kami sudah bentuk tim investigasi untuk mengecek dan mengevaluasi Pordasi Dompu “, Ujarnya.
Rangga menekankan bahwa langkah investigasi tersebut bukan saja menanggapi kericuhan di Dompu, tetapi juga merupakan upaya memperbaiki tata kelola event pacuan kuda di seluruh NTB. Ia mengingatkan, bahwa event pacuan merupakan agenda resmi yang membawa nama organisasi, sehingga setiap penyimpangan harus ditindak secara jelas dan tanpa kompromi.
” Ini penting agar ke depan tidak terjadi pada event-event di daerah lainnya “, Jelas Rangga.
Lebih jauh, Rangga menegaskan bahwa jika hasil investigasi membuktikan adanya pelanggaran, maka tidak ada seorang pun yang akan dibela, baik dari unsur panitia maupun pengurus Pordasi Dompu sendiri. Ia menyebutkan bahwa sanksi berat siap dijatuhkan sebagai bentuk penegakan aturan dan menjaga integritas olahraga pacuan kuda.
” Kalau memang salah, ya kita salahkan. Tidak ada pembelaan dari Pordasi. Kalau perlu, panitianya tidak usah dipakai lagi dalam event berikutnya “, Tegasnya.
Selain itu, Ia juga mengingatkan kepada seluruh pihak bahwa pacuan kuda adalah olahraga yang menuntut sportivitas tinggi, dan masalah sering muncul ketika ego dan kepentingan pribadi lebih dominan dari aturan.
” Sportivitas itu penting. Dalam pertandingan harus siap kalah, tidak mungkin semuanya menang “, Ujarnya mengingatkan.
Menurut Rangga, kericuhan dalam Event Dompu Maju 2025 ini harus menjadi peringatan keras bagi semua pengurus Pordasi di NTB. Ia berharap kejadian tersebut bukan hanya diselesaikan, tetapi juga dipelajari agar organisasi tidak mengulangi kesalahan serupa.
“ Semoga hal ini tidak terulang kembali. Ini pembelajaran bagi kita semua, terutama Pordasi “, Pungkasnya.(IB).






