Mataram_NTB, tamborapress.com — Kabar dari Istana Negara pada Senin pagi (10/11/2025) Kemarin, menimbulkan rasa haru dan kebanggaan di tanah Bima dan Dompu. Di tengah khidmatnya upacara Hari Pahlawan Nasional, Presiden Prabowo Subianto secara resmi menganugerahkan gelar Pahlawan Nasional kepada Sultan Bima ke-XIV, Muhammad Salahuddin. Sosok yang namanya lekat dengan pendidikan, kebudayaan, dan kemanusiaan.
Bagi masyarakat Nusa Tenggara Barat sendiri, khususnya di Bima-Dompu, gelar tersebut bukan sekadar penghargaan, tetapi sebuah pengakuan atas ketulusan perjuangan seorang raja yang memilih membangun bangsanya lewat ilmu dan budi pekerti, bukan peperangan.
Salah satu Tokoh Nusa Tenggara yang menyambut kabar ini dengan rasa bangga yang mendalam adalah Nadirah Al-Habsyi SE, Akt., Ketua DPW Partai Bulan Bintang (PBB) NTB sekaligus Anggota DPRD Provinsi NTB.
Dalam pandangannya, Sultan Salahuddin adalah sosok yang jauh melampaui zamannya. Beliau dianggapnya sebagai pahlawan yang menanamkan makna kemerdekaan sejati, yakni berpikir bebas, berilmu, dan berbudaya.
” Beliau adalah sosok cendekia yang berjuang dengan pena, gagasan, dan ketulusan. Nilai perjuangan seperti inilah yang membuat beliau layak disebut Pahlawan Nasional “, Tutur Nadirah saat ditemui Rabu (12/11/2025) Siang.
Bagi Nadirah, Sultan Salahuddin bukan hanya simbol kejayaan masa lalu, tetapi teladan saat ini. Ia menilai, perjuangan sang Sultan dalam memperjuangkan pendidikan dan keberpihakan terhadap rakyat kecil menjadi pondasi moral yang harus diteruskan generasi muda NTB.
” Beliau mengajarkan bahwa membangun manusia jauh lebih penting daripada membangun kekuasaan. Warisan itu yang harus kita jaga “, Tambahnya
Sebagai Politikus dan pegiat sosial, Nadirah juga melihat perjuangan Sultan Salahuddin sebagai inspirasi bagi kaum perempuan untuk terus berdaya dan berpendidikan. Ia menyebut, nilai-nilai keadilan, kemanusiaan, dan keilmuan yang diwariskan sang Sultan adalah sumber energi moral yang tidak lekang oleh waktu.
” Sultan Salahuddin berjuang tanpa pamrih. Beliau menyalakan pelita pengetahuan di tengah gelapnya ketimpangan sosial. Itu adalah bentuk kepahlawanan sejati “, Ujarnya dengan nada sareh.
Nadirah Al-Habsyi, yang juga istri dari Sekwil GP Ansor NTB, Arman Anwar SE., menganggap bahwa penganugerahan gelar tersebut adalah sebuah kebanggaan sekaligus juga menjadi pengingat bahwa setiap generasi memiliki tanggung jawab untuk melanjutkan perjuangan para pendahulu.
” Kita bisa meneruskan perjuangan beliau dengan cara kita masing-masing: mencerdaskan masyarakat, menegakkan keadilan, dan menjaga kebudayaan daerah sebagai identitas bangsa “, Pungkasnya.(IB).
Nadirah Al-Habsyi Kagumi Perjuangan Sultan Salahuddin sebagai Pahlawan Peradaban
















Leave a Reply