Dompu, NTB (tamborapress.com) – Event pacuan kuda tradisional Lembah Kara yang digelar di arena Desa Lepadi, Kecamatan Pajo, dalam rangka memeriahkan Hari Jadi Kabupaten Dompu ke-211, berlangsung sukses dan meriah. Kegiatan yang bergulir sejak 18 hingga 26 April 2026 tersebut menjadi magnet besar bagi pecinta olahraga berkuda di Nusa Tenggara Barat.
Sebanyak 339 ekor kuda dari berbagai kabupaten/kota di NTB ambil bagian dalam kompetisi tersebut. Sepanjang penyelenggaraan, penonton disuguhkan persaingan ketat antar kontestan yang mayoritas merupakan kuda-kuda unggulan di kelasnya.
Adapun kelas yang diperlombakan meliputi kelas pemula, TK, OA, OB, THA, THB, dewasa A, tunas B, dewasa B, tunas C, hingga kelas bergengsi papan atas seperti dewasa D, dewasa E, dan dewasa F. Setiap kelas menghadirkan tensi balapan tinggi sejak babak penyisihan hingga grand final yang digelar pada Minggu (26/4/2026).
Dikenal sebagai salah satu lintasan paling menantang di NTB, Arena Lembah Kara kembali membuktikan reputasinya. Lintasan sepanjang 1.200 meter tersebut sepanjang laga menyajikan duel sengit dan penuh strategi, yang memacu adrenalin baik bagi joki maupun penonton.
Puluhan ribu pasang mata yang memadati arena dibuat terpukau oleh aksi – aksi peserta yang tampil impresif, memamerkan kecepatan dan ketangkasan dalam menaklukkan lintasan.
Di balik suksesnya penyelenggaraan tersebut, peran panitia menjadi faktor penting. Koordinasi yang solid antar panitia dan dukungan banyak pihak membuat seluruh rangkaian acara berjalan tertib dan lancar.
Ketua panitia penyelenggara, Dediansyah SH, pada tamborapress.com, menyampaikan apresiasi setinggi – tingginya atas keterlibatan semua pihak dalam menyukseskan pagelaran tersebut.
“Kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi, baik pemerintah daerah, aparat keamanan, sponsor dan donatur maupun masyarakat, sehingga event ini dapat berjalan lancar dan sukses,” ujarnya.
Selain itu, Ia juga mengatakan bahwa keberhasilan ini tidak lepas dari kerja keras dan peran serta panitia yang bekerja secara profesional dan penuh dedikasi.
“Panitia telah bekerja tanpa kenal lelah, mengorbankan waktu dan tenaga dengan penuh keikhlasan. Semua ini didorong oleh kecintaan terhadap tradisi pacuan kuda serta filosofi ‘satu kuda sejuta saudara’ yang memperkuat kebersamaan,” kata Dediansyah.
Meski sempat terjadi insiden keributan saat laga final akibat ulah oknum penonton yang diduga mencoba melakukan kecurangan, situasi tersebut berhasil dikendalikan dengan cepat oleh aparat TNI-Polri yang mengamankan sejak awal bergulirnya kompetisi.
Secara keseluruhan, Pacuan Kuda Tradisional Lembah Kara Dompu 2026 tidak hanya menghadirkan tontonan berkualitas, tetapi juga menegaskan kapasitas panitia dalam mengelola event besar secara profesional. Ke depan, ajang ini diharapkan terus berkembang sebagai ikon olahraga tradisional sekaligus daya tarik wisata unggulan di Kabupaten Dompu.(IB).
Event Pacuan Kuda Lembah Kara Dompu 2026 Sukses Digelar, Panitia Apresiasi Dukungan Semua Pihak













Leave a Reply