Dompu_NTB, (tamborapress.com) — Lintasan Lembah Kara tak hanya panas oleh derap kuda, tetapi juga oleh atmosfer kompetisi yang bersih. Hingga babak semifinal, Sabtu (25/4/2026), pacuan kuda tradisional dalam rangka HUT ke-211 Kabupaten Dompu berjalan tanpa satu pun protes resmi, bahkan nihil terjadi insiden.
Sejak mulai bergulir pada 18 April pekan lalu, balapan demi balapan digelar dengan ritme cepat dan keputusan yang konsisten. Berbeda dari edisi-edisi sebelumnya yang kerap diwarnai tarik-ulur protes, mulai dari pengukuran hingga hasil lomba. tahun ini Arena Lembah Kara seperti menemukan formula baru: tegas pada aturan, rapi dalam eksekusi.
Di tribun penonton, belasan ribu pecinta olahraga kuda pacu merasakan perubahan itu. Usman (56), penggemar kuda pacu asal Sape, Bima, yang rutin berburu event, menyebut event lembah kara Dompu 2026 sebagai kompetisi paling tertib yang pernah ia saksikan.
“Biasanya selalu ada riak. Di sini tidak ada protes, tidak ada kecelakaan. Jalannya lomba bersih. Ini kelas,” ujarnya usai menyaksikan semifinal.
Nada yang sama juga datang dari penonton asal Penyaring, Sumbawa. Ia mengaku datang dengan ekspektasi rendah, mengingat tahun lalu sempat muncul polemik hingga mendorong investigasi dari Pordasi NTB terkait dugaan kecurangan.
“Saya kira bakal sama seperti sebelumnya—ribut. Ternyata justru tertib dan komunikatif. Panitianya kelihatan siap,” katanya.
Ternyata, kunci perubahan ada pada manajemen lomba. Panitia yang didominasi wajah-wajah muda menerapkan komunikasi terbuka, pengambilan keputusan cepat, dan standar teknis yang konsisten di setiap heat. Hasilnya, kepercayaan peserta meningkat, tensi persaingan tetap tinggi, tapi tetap dalam koridor fair play.
Ketua panitia, Dediansyah, menegaskan garis besar penyelenggaraan terletak motto yang dipegang yakni sportivitas di atas segalanya.
“Ini bukan sekedar kompetisi, tapi ruang merawat tradisi. Aturan harus tegak, keputusan harus adil. Itu yang kami jaga,” tegasnya.

Filosofi “satu kuda sejuta saudara” menjadi napas yang meredam potensi konflik, tanpa mengurangi tajamnya persaingan di lintasan.
Kini, pandangan tertuju pada partai puncak yang dipastikan bakal digelar Minggu (26/4/2026) besok. Deretan kuda yang lolos putaran final adalah para jawara di kelasnya. kombinasi kecepatan, stamina, dan strategi joki akan menentukan segalanya di garis akhir.(IB).













Leave a Reply