Advertisement

Respon Aduan Peternak Ayam Lombok Timur, Disnakkeswan NTB Lakukan Verifikasi Lapangan di Aikmel


Lotim_NTB, (tamborapress.com) – Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakkeswan) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), bergerak cepat merespons keresahan peternak ayam petelur di Kabupaten Lombok Timur terkait keberadaan PT Aikmel yang diduga akan memelihara 80 ribu ekor ayam petelur di Kecamatan Aikmel.

Sebagai bentuk tindak lanjut atas aduan para peternak, Kepala Disnakkeswan NTB, Muhamad Riadi, turun langsung melakukan verifikasi lapangan ke lokasi PT Aikmel di dampingi Kepala Disnakkeswan Kabupaten Lombok Timur, Kamis (7/5/2026) kemarin.

Langkah tersebut dilakukan guna memastikan kondisi riil di lapangan sekaligus memberikan kepastian informasi kepada para peternak ayam petelur di wilayah Aikmel dan Wanasaba yang sebelumnya mengaku khawatir usaha mereka terdampak akibat isu tersebut.

Dalam hasil peninjauan lapangan, Muhamad Riadi, menemukan bahwa PT Aikmel bukan perusahaan peternakan ayam petelur, tetapi merupakan usaha peternakan ayam broiler/pedaging dengan kapasitas kandang mencapai 80 ribu ekor.

“PT Aikmel ini hanya memelihara ayam broiler dengan kapasitas 80.000 ekor dan belum operasional sepenuhnya. Kandang memang sudah selesai dibangun, namun baru tahap awal pengisian DOC,” ujar Riadi.

Ia meminta masyarakat, khususnya peternak ayam petelur, tidak mudah terpancing informasi yang belum terbukti kebenarannya. Kata dia, pemerintah melalui Disnakkeswan NTB terus melakukan pengawasan terhadap aktivitas usaha peternakan agar tetap berjalan sesuai regulasi serta tidak mengganggu keberlangsungan peternakan rakyat.

“Kami hadir langsung di lapangan untuk memastikan fakta sebenarnya sehingga masyarakat mendapatkan informasi yang benar dan tidak menimbulkan keresahan,” tegasnya.

Selain itu, Riadi juga menekankan bahwa komunikasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan peternak rakyat harus terus diperkuat guna menjaga stabilitas sektor peternakan di daerah.

Selain melakukan pengecekan fasilitas kandang, tim Disnakkeswan NTB turut memverifikasi kesiapan operasional perusahaan, sistem pemeliharaan ternak, hingga aspek bio sekurity guna memastikan seluruh aktivitas peternakan memenuhi standar kesehatan hewan dan ketentuan yang berlaku.

Langkah cepat Disnakkeswan NTB tersebut dinilai menjadi bentuk komitmen pemerintah daerah dalam menjaga kondusivitas usaha peternakan sekaligus memberikan perlindungan terhadap peternak lokal dari informasi simpang siur yang berpotensi memicu keresahan di tengah masyarakat.(IB).

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *