Advertisement

Kriminalitas Anak dan Perempuan di Dompu Menurun, DP3A Gencarkan Program Perlindungan dan Edukasi


Dompu_NTB, (tamborapress.com) – Tren kriminalitas yang melibatkan anak dan perempuan di Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat (NTB), menunjukkan penurunan yang signifikan dalam beberapa bulan terakhir. Kondisi tersebut dinilai menjadi indikator positif keberhasilan berbagai program perlindungan dan edukasi yang dijalankan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kabupaten Dompu.

Berdasarkan data DP3A Kabupaten Dompu, hingga awal Mei 2026 tercatat sebanyak 24 kasus yang melibatkan anak dan perempuan. Jumlah tersebut menurun dibanding periode triwulan yang sama tahun sebelumnya yang mencapai 43 kasus.

Kepala DP3A Kabupaten Dompu, Miftahul Su’adah, Selasa (13/05/2026), mengatakan, bahwa penurunan angka kasus tersebut tidak terlepas dari keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat dalam mendukung program-program strategis pemerintah daerah, khususnya yang berkaitan dengan perlindungan anak dan perempuan.

Salah satu program unggulan yang dinilai memberikan dampak signifikan yakni “Kambeke Ana Twenty One”, sebuah program pembatasan aktivitas anak pada malam hari guna mencegah keterlibatan mereka dalam aktivitas negatif.

“Program itu sendiri bertujuan untuk mereduksi keterlibatan anak-anak kita dalam aktivitas yang mengarah pada hal-hal negatif, seperti kasus kriminalitas dan lain sebagainya,” ujar Miftahul Su’adah.

Program “Kambeke Ana Twenty One” yang saat ini telah diterapkan di wilayah Kecamatan Dompu dan Woja bahkan mendapat pengakuan dari lembaga Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) Indonesia pada 6 April 2026 lalu sebagai program pertama di Indonesia yang menerapkan konsep tersebut.

Selain menjalankan program berbasis pengawasan sosial, DP3A Dompu juga terus menggencarkan sosialisasi dan edukasi di lingkungan sekolah. Kegiatan itu menyasar pelajar tingkat SD, SMP hingga SMA dengan tujuan menciptakan lingkungan pendidikan yang ramah anak serta meningkatkan kesadaran siswa terhadap berbagai bentuk kekerasan dan kenakalan remaja.

“Masuk ke sekolah-sekolah, dalam satu minggu ini saja kita sudah jalan di tujuh sekolah di Kecamatan Woja dan Dompu mulai dari SD, SMP hingga SMA,” ungkapnya.

Tidak hanya itu, DP3A Dompu juga memperkuat kolaborasi dengan pemerintah desa melalui penandatanganan Memorandum of Agreement (MoA). Langkah tersebut dilakukan guna mendorong terciptanya lingkungan sosial yang aman, sehat dan peduli terhadap tumbuh kembang anak.

Menurut Miftahul Su’adah, keberhasilan menekan angka kriminalitas anak dan perempuan tidak dapat dilakukan pemerintah semata, melainkan membutuhkan dukungan dan kepedulian seluruh masyarakat.

Ia berharap masyarakat terus berperan aktif dalam mendukung program-program perlindungan anak yang tengah dijalankan pemerintah daerah demi mewujudkan Kabupaten Dompu yang aman, maju dan ramah anak.

“Kami berharap masyarakat tetap berperan aktif dalam mendukung berbagai program yang digalakkan, guna menciptakan lingkungan yang aman dan baik bagi pertumbuhan serta masa depan anak,” tutupnya.(IB).

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *