Mataram_NTB, (tamborapress.com) – PT Bank Nusa Tenggara Barat (NTB) Syariah menyatakan siap mengaktifkan kembali penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) pada tahun 2026. Langkah tersebut menjadi bagian dari komitmen perseroan dalam memperkuat sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah berbasis syariah di Nusa Tenggara Barat.
Desk Head Corporate Secretary Bank NTB Syariah, Rahman Kamarud Zaman, mengatakan program KUR akan kembali dijalankan setelah sempat vakum selama beberapa tahun terakhir.
“Di sisi pembiayaan, Bank NTB Syariah juga akan memulai menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) setelah vakum selama beberapa tahun, sebagai bagian dari komitmen mendukung pertumbuhan sektor UMKM dan ekonomi daerah,” ujarnya melalui keterangan tertulis, Kamis (14/05/2026).
Menurut Rahman, manajemen Bank NTB Syariah saat ini tengah fokus memperkuat berbagai sektor strategis guna mendukung pertumbuhan bisnis yang sehat dan berkelanjutan.
Sejumlah langkah strategis yang disiapkan pada tahun 2026 meliputi penguatan tata kelola dan manajemen risiko, optimalisasi kualitas pembiayaan, efisiensi operasional, percepatan transformasi digital, peningkatan Dana Pihak Ketiga (DPK), hingga pengembangan ekosistem layanan keuangan syariah berbasis digital.
Selain itu, Bank NTB Syariah juga terus mengembangkan layanan digital melalui optimalisasi aplikasi RIMO (Rinjani Mobile) yang kini telah mengantongi izin operasional penuh. Upaya tersebut diharapkan mampu meningkatkan transaksi digital masyarakat sekaligus memperkuat pendapatan berbasis layanan atau fee based income perseroan.
Dalam laporan tahunan 2025, Bank NTB Syariah mencatat pertumbuhan positif pada sejumlah indikator fundamental bisnis. Total aset bank meningkat menjadi sekitar Rp17,3 triliun, sementara Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh menjadi lebih dari Rp14 triliun.
Pertumbuhan tersebut dinilai mencerminkan tingkat kepercayaan masyarakat terhadap Bank NTB Syariah yang tetap terjaga di tengah dinamika industri perbankan nasional.
“Perseroan memandang bahwa penguatan fundamental dan manajemen risiko yang dilakukan saat ini menjadi landasan penting untuk pertumbuhan yang lebih sehat dan berkelanjutan ke depan,” kata Rahman.
Di sisi lain, Bank NTB Syariah juga menyatakan siap memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah melalui implementasi Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD) guna mendukung efisiensi dan transparansi layanan keuangan daerah.
Kembalinya program KUR Bank NTB Syariah diharapkan menjadi angin segar bagi pelaku UMKM di NTB untuk memperoleh akses pembiayaan produktif berbasis syariah dalam mengembangkan usaha sekaligus memperkuat ekonomi lokal.(IB).
Bank NTB Syariah Siap Gulirkan Kembali KUR 2026 untuk Perkuat UMKM NTB

















Leave a Reply