Advertisement

Relawan Pencari Korban Ombak Lakey Kecewa, Warga : Kami Haus dan Lapar, Pejabat Malah Makan di Restoran

Dompu_NTB, (tamborapress.com) – Di tengah upaya pencarian korban terseret ombak di Pantai Lakey, Kecamatan Hu’u, Kabupaten Dompu, suara kekecewaan justru datang dari para relawan warga yang sejak awal terjun langsung membantu pencarian. Mereka mengeluhkan minimnya perhatian pemerintah terhadap kondisi para relawan di lapangan.

Korban diketahui bernama Rianto (23 tahun), warga asal Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, yang dilaporkan hilang terseret ombak pada Rabu (27/5/2026) kemarin. Sejak malam pertama kejadian, puluhan warga setempat secara sukarela turun melakukan pencarian, bahkan bergantian menyelam di area perairan yang dikenal memiliki arus kuat itu.

Namun di balik aksi kemanusiaan tersebut, para relawan mengaku harus berjibaku dalam kondisi serba terbatas tanpa dukungan logistik yang memadai.

Salah satu relawan, Irawan, , mengungkapkan kekecewaannya terhadap pihak pemerintah dan sejumlah pejabat yang datang ke lokasi, namun dinilai tidak menunjukkan kepedulian terhadap warga yang berada di garis depan pencarian.

“Kami menyelam dari semalam tidak diberi makan dan minum. Malah para pejabat yang datang enak-enak makan di restoran dan kafe,” ujar Irawan dengan nada kesal.

Menurutnya, lebih dari 10 warga terlibat aktif melakukan penyelaman secara bergantian demi menemukan korban. Namun karena kelelahan dan tidak adanya perhatian terhadap kebutuhan dasar relawan, satu per satu warga mulai memilih pulang sejak siang tadi.

Kondisi tersebut membuat semangat para relawan mulai menurun. Bahkan Irawan mengaku mempertimbangkan menghentikan keterlibatannya dalam pencarian, mengikuti warga lain yang lebih dulu meninggalkan lokasi.

Ironisnya, warga yang turun membantu pencarian mengaku tidak memiliki kepentingan apa pun selain dorongan rasa kemanusiaan dan solidaritas terhadap sesama. Mereka datang dengan inisiatif sendiri, mempertaruhkan tenaga bahkan keselamatan di tengah ganasnya ombak Pantai Lakey.

Hingga Kamis (28/5/2026) sore, proses pencarian terhadap korban masih terus berlangsung. Sementara pihak terkait belum memberikan tanggapan keluhan para relawan tersebut.(IB).

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *