Mataram_NTB, (tamborapress.com) — Ketua Satgas Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Nusa Tenggara Barat, Dr. H. Fathul Gani, menegaskan pihaknya merespon serius berbagai aspirasi masyarakat dan tenaga pendidik terkait penghentian sementara operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Rasabou I di Kecamatan Hu’u, Kabupaten Dompu.
Satgas MBG NTB memastikan seluruh keluhan dan harapan masyarakat akan diteruskan langsung kepada Badan Gizi Nasional (BGN) sebagai bentuk pengawasan dan tanggung jawab pemerintah daerah terhadap pelaksanaan program MBG di NTB.
“Setiap permasalahan kami pastikan sampai ke BGN Pusat, baik melalui aplikasi yang tersedia maupun langsung melalui komunikasi dengan pejabat terkait, tentu dengan melihat tingkat permasalahannya,” ujar H. Fathul Gani, Jumat (29/5/2026).
Ia menegaskan, Pemprov NTB melalui Satgas MBG terus memantau pelaksanaan program MBG hingga ke wilayah pelosok, termasuk yang ada di Kabupaten Dompu. Menurutnya, pengawasan dilakukan untuk memastikan program prioritas nasional tersebut tetap berjalan sesuai ketentuan dan tepat sasaran.
Terkait penghentian sementara operasional SPPG Rasabou I, H. Fathul mengatakan pihaknya akan segera melakukan koordinasi dan konfirmasi terhadap mitra pengelola guna memastikan persoalan yang menjadi penyebab penghentian telah diselesaikan.
“Coba kita cek, apakah syarat-syarat untuk operasional kembali telah dipenuhi atau belum. Kalau belum, tentu kami persilahkan mitra untuk segera menyelesaikannya,” tegasnya.
Ia berharap seluruh persyaratan yang diatur oleh BGN dapat segera dipenuhi sehingga operasional SPPG Rasabou I bisa kembali dibuka dan masyarakat kembali menerima manfaat program MBG.
“Sepanjang syarat belum dipenuhi, tentu belum bisa operasional,” katanya.
Sebelumnya, penutupan sementara SPPG Rasabou I sejak April 2026 mulai menimbulkan dampak sosial di tengah masyarakat Kecamatan Hu’u. Sejumlah sekolah dasar hingga sekolah menengah pertama mengaku mengalami penurunan tingkat kehadiran dan partisipasi siswa sejak program MBG tidak lagi berjalan.
Program tersebut selama ini dinilai membantu meningkatkan semangat belajar siswa, terutama bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.
Siti Maryam, salah seorang wali murid di Kecamatan Hu’u, mengaku program MBG sangat membantu kondisi ekonomi keluarganya yang bergantung pada hasil pertanian.
“Jujur saya sangat terbantu sekali. Program MBG memberi harapan bagi keluarga kurang mampu seperti kami, karena kebutuhan gizi anak-anak bisa terpenuhi dengan baik,” ujarnya.
Ia mengatakan, sejak program berjalan, anaknya tidak lagi meminta uang saku setiap hari karena kebutuhan makan di sekolah sudah terpenuhi.
Bagi warga kurang mampu seperti keluarga Maryam, program MBG bukan cuma bantuan makanan, tetapi juga bentuk perhatian pemerintah dalam menjamin pemenuhan gizi anak-anak di wilayah pelosok.
Karena itu, para wali murid berharap pemerintah dan BGN segera membuka kembali operasional SPPG Rasabou I, agar para siswa kembali mendapatkan manfaat program tersebut.
“Kami berharap cepat dibuka kembali supaya anak-anak kami kembali semangat sekolah dan bisa mendapatkan MBG lagi seperti sebelumnya,” harap Maryam.
Diketahui, selama beroperasi SPPG Rasabou I melayani sebanyak 2.896 penerima manfaat. 2.621 penerima berasal dari berbagai jenjang sekolah di Kecamatan Hu’u, sementara sisanya merupakan penerima manfaat dari kelompok posyandu.
Beberapa sekolah yang sebelumnya menerima layanan MBG dari SPPG Rasabou I di antaranya TK Rizki, TK Al Huda, MI Miftahul Jannah, MI Darul Ulum, SD SLB, SDN 05 Hu’u, SDN 14 Hu’u, SDN 01 Hu’u, SMPN 01 Hu’u, dan SMPN 02 Hu’u.(IB).
Satgas MBG NTB Pastikan Aspirasi Warga Dompu Sampai BGN, Dorong SPPG Rasabou I Kembali Beroperasi
















Leave a Reply