Dompu_NTB, (Tamborapress.com) – Ratusan ikan ditemukan mati mendadak di aliran Sungai Lepadi, Kecamatan Pajo, Kabupaten Dompu, pada Rabu (10/6/2026) pagi tadi. Peristiwa yang menghebohkan warga tersebut memunculkan dugaan adanya pencemaran lingkungan yang berasal dari aktivitas pengolahan emas tradisional atau tambang ilegal di wilayah setempat.
Dari pantauan tamborapress.com, di lokasi pada Rabu siang, menunjukkan ratusan ikan mengapung dalam kondisi mati di sejumlah titik sungai, terutama di area belakang Dusun Jati, Desa Lepadi.
Temuan tersebut sontak menarik perhatian warga yang berbondong-bondong mendatangi sungai untuk melihat langsung fenomena tersebut. Sebagian warga bahkan memungut ikan yang mengapung di aliran sungai.
Salah seorang warga, IR, mengaku pertama kali melihat kejadian tersebut saat pulang dari sawah pada pagi hari. Kata dia, jumlah ikan yang mati cukup banyak dan tersebar di sepanjang aliran sungai.
“Saya lihat saat pulang dari sawah pagi tadi. Banyak ikan mengapung dalam keadaan mati. Saya sendiri tidak berani mengambilnya,” ujarnya.
Kematian massal ikan tersebut memicu kekhawatiran masyarakat karena Sungai Lepadi merupakan salah satu sumber air yang melintasi beberapa wilayah, mulai dari Desa Ranggo di Kecamatan Pajo hingga Desa Kareke di Kecamatan Dompu.
Hingga kini, penyebab pasti kematian ikan belum diketahui. Diduga, peristiwa itu berkaitan dengan limbah sisa pengolahan emas tradisional yang selama ini beroperasi di wilayah Kecamatan Pajo.
Menanggapi kejadian tersebut, Kepala Desa Lepadi, Sudirman Ahmad, mengatakan pihaknya sedang melakukan penelusuran dan tidak berani menyimpulkan penyebab kematian ikan secara massal.
“Kami belum bisa memastikan penyebabnya. Apakah karena diracun atau ada indikasi pencemaran dari limbah tertentu, itu masih harus dicek terlebih dahulu,” katanya.
Di wilayah Desa Lepadi sendiri, diketahui terdapat lokasi pengolahan material tambang tradisional menggunakan sistem tong, yang berada di kawasan pertanian di pinggiran desa. Selain itu, terdapat pula sejumlah unit pengolahan skala kecil atau gelondong yang beroperasi.
Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Dompu, Moh. Syaukani, memastikan pihaknya akan segera melakukan investigasi guna mengungkap penyebab kematian ikan yang terjadi secara mendadak tersebut.
Menurut Syaukani, pemeriksaan lapangan dan pengumpulan sampel akan dilakukan untuk memastikan ada atau tidaknya unsur pencemaran yang menjadi pemicu peristiwa tersebut.
“Nanti akan kami periksa. Apakah memang ada indikasi tercemar limbah atau ada faktor lain. Yang jelas, peristiwa ini akan kami tindak lanjuti untuk mengetahui penyebab pastinya,” tegasnya.(IB).
Ratusan Ikan di Sungai Lepadi Mati Mendadak, Diduga Tercemar Limbah Tambang Ilegal
















Leave a Reply