Dompu_NTB, (tamborapress.com) — Cabai dan bawang merah menjadi komoditas pangan yang paling dominan memengaruhi pergerakan Indeks Perubahan Harga (IPH) di Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat, sepanjang Januari hingga September 2026.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Dompu, H. Armansyah, mengatakan fluktuasi harga komoditas pangan tidak terlepas dari kondisi pasokan, cuaca, serta periode panen yang berlangsung bersamaan.
“Cabai itu kadang menurun harganya karena matangnya serentak. Ketika persediaan banyak, penawaran meningkat sehingga harga turun,” kata Armansyah di Dompu, Rabu (16/09/2026) siang.
Berdasarkan pemantauan Disperindag Dompu, cabai rawit menjadi komoditas yang paling konsisten memengaruhi IPH selama periode tersebut. Komoditas ini tercatat memengaruhi IPH sebanyak 28 kali sejak Januari hingga September 2026.
Sementara cabai merah tercatat memengaruhi IPH sebanyak 10 kali. Bawang merah juga menjadi salah satu komoditas yang mendapat perhatian karena pergerakan harganya relatif fluktuatif.
Pada Juli hingga September 2026, pergerakan harga sejumlah komoditas pangan di Dompu cenderung mengalami penurunan, terutama cabai rawit, cabai merah, dan bawang merah.
Menurut Armansyah, kondisi tersebut berkaitan erat dengan ketersediaan pasokan di pasar. Saat panen berlangsung bersamaan, pasokan meningkat dan harga cenderung turun. Sebaliknya, ketika pasokan berkurang, harga berpotensi mengalami kenaikan.
“Kalau harga terlalu rendah, petani yang dirugikan. Kalau terlalu tinggi, konsumen yang terbebani. Karena itu keseimbangan harga perlu dijaga,” ujarnya.
Harga Komoditas di Pasar
Pemerintah Kabupaten Dompu terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan harga dan ketersediaan pasokan guna mengantisipasi perubahan hingga akhir 2026.
Disperindag juga berkoordinasi dengan Bulog dan instansi terkait untuk menjaga kelancaran distribusi serta mengantisipasi apabila terjadi perubahan permintaan maupun gejolak harga.
Di Pasar Induk Dompu, harga sejumlah komoditas masih menunjukkan variasi. Pedagang sayuran, Mirah Ernawati, mengatakan cabai kecil saat ini dijual sekitar Rp60 ribu per kilogram, sedangkan harga di tingkat eceran dapat mencapai Rp70 ribu hingga Rp80 ribu per kilogram.
Cabai keriting berada di kisaran Rp40 ribu per kilogram, bawang merah Rp30 ribu, bawang putih Rp45 ribu, dan tomat sekitar Rp10 ribu per kilogram.
Sementara itu, harga beras lokal medium mengalami kenaikan sekitar Rp500 per kilogram, dari Rp14 ribu menjadi Rp14.500 per kilogram.
Kenaikan juga terjadi pada harga ayam broiler. Pedagang ayam di Dompu, Halimah, mengatakan harga ayam secara bertahap naik dari sekitar Rp40 ribu menjadi Rp45 ribu per kilogram.
“Enggak ada yang sampai Rp55 ribu. Rp45 ribu masih dalam kisaran yang kita lihat pada bulan-bulan sebelumnya,” kata Armansyah.
Ia menyebut harga acuan pembelian ayam oleh pemerintah berada di kisaran Rp40 ribu per kilogram.
Kenaikan harga tersebut turut berdampak terhadap volume pembelian masyarakat. Halimah mengatakan penjualan ayam yang sebelumnya mencapai 40 hingga 50 kilogram per hari kini turun menjadi sekitar 30 kilogram.
“Konsumen yang sebelumnya membeli tiga kilogram ayam, kini sebagian mengurangi pembelian menjadi dua kilogram,” ujarnya.
Selain memenuhi kebutuhan rumah tangga, pemerintah juga memantau kebutuhan bahan pangan untuk dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG). Program tersebut menjadi salah satu tambahan permintaan terhadap sejumlah komoditas pangan.
Pemantauan harga dan pasokan dilakukan untuk menjaga ketersediaan bahan pangan sekaligus mengantisipasi potensi gejolak harga hingga akhir tahun.(IB).

















Leave a Reply