Lombok Timur_NTB, (tamborapress.com) – Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakkeswan) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) terus memperkuat pembangunan sektor peternakan melalui pengembangan pembibitan sapi potong berbasis desa. Upaya tersebut diwujudkan dengan menggelar rapat koordinasi pembangunan Village Breeding Center (VBC) di Kecamatan Pringgasela, Kabupaten Lombok Timur, Selasa (28/7/2026).
Rapat dipimpin langsung Kepala Disnakkeswan Provinsi NTB, Muhamad Riadi, SP, M.Ec.Dev, bersama Kepala Disnakkeswan Kabupaten Lombok Timur. Kegiatan yang berlangsung di UPT Puskeswan Pringgasela itu juga dihadiri sekretaris serta para kepala bidang dari kedua instansi sebagai bentuk sinergi pemerintah provinsi dan kabupaten dalam memperkuat program pembibitan sapi potong di NTB.
Kepala Disnakkeswan NTB, Muhamad Riadi, mengatakan pembangunan Village Breeding Center merupakan salah satu langkah strategis pemerintah daerah untuk memperkuat sistem pembibitan sapi potong berbasis kawasan sekaligus meningkatkan mutu genetik ternak lokal.
“Village Breeding Center menjadi landasan penting dalam membangun sistem pembibitan yang terarah, berkelanjutan, dan mampu menghasilkan bibit sapi unggul. Program ini diharapkan dapat meningkatkan produktivitas ternak sekaligus memperkuat kesejahteraan peternak,” ujarnya.
Village Breeding Center dirancang untuk meningkatkan mutu genetik, produktivitas, dan populasi sapi potong secara berkelanjutan melalui pendekatan berbasis desa. Program tersebut diharapkan mampu mendukung ketersediaan bibit sapi unggul sekaligus meningkatkan daya saing peternakan rakyat di NTB.
Dalam implementasinya, Village Breeding Center mengintegrasikan berbagai aspek penting, mulai dari seleksi induk berkualitas, pelayanan reproduksi, pencatatan (recording) ternak, pelayanan kesehatan hewan, penyediaan pakan, penguatan kelembagaan kelompok peternak, hingga sistem pemasaran bibit secara terpadu.
Kata Riadi, keberhasilan program tidak hanya ditentukan oleh kualitas indukan, tetapi juga ditopang tata kelola pembibitan yang baik dan pendampingan berkelanjutan kepada peternak.
“Seluruh komponen harus berjalan secara terpadu. Pembibitan yang berhasil membutuhkan dukungan kesehatan hewan, ketersediaan pakan, pencatatan yang baik, serta komitmen kelompok peternak dalam menerapkan manajemen usaha yang profesional,” katanya.
Kecamatan Pringgasela sendiri dipilih sebagai lokasi pengembangan karena selama ini dikenal sebagai salah satu sentra peternakan sapi rakyat terbesar di Pulau Lombok. Potensi populasi ternak yang tinggi serta dukungan masyarakat peternak menjadi modal utama dalam pengembangan kawasan pembibitan tersebut.
Dalam rapat koordinasi itu, peserta menyepakati Desa Timba Nuh sebagai lokasi pelaksanaan Village Breeding Center. Penetapan dilakukan berdasarkan sejumlah indikator, di antaranya tingginya populasi sapi betina produktif, keberadaan kelembagaan peternak yang aktif, serta ketersediaan sumber pakan yang memadai untuk mendukung keberlanjutan usaha pembibitan.
Disnakkeswan Provinsi NTB bersama Disnakkeswan Kabupaten Lombok Timur optimistis pembangunan Village Breeding Center di Pringgasela akan menjadi motor penggerak peningkatan populasi dan kualitas genetik sapi lokal. Program tersebut juga diharapkan mampu meningkatkan nilai tambah usaha pembibitan sehingga berdampak langsung terhadap peningkatan pendapatan peternak.
Selain mendukung ketahanan pangan nasional, keberadaan Village Breeding Center menjadi bagian dari upaya menjadikan NTB sebagai salah satu lumbung daging nasional yang mandiri, berdaya saing, dan berkelanjutan melalui pengembangan peternakan berbasis potensi lokal.
Menutup rapat koordinasi, Muhamad Riadi menegaskan bahwa Disnakkeswan NTB akan terus mengawal pelaksanaan program agar berjalan sesuai target dan mampu menjadi percontohan bagi daerah lain.
“Kami berharap Village Breeding Center di Pringgasela menjadi model pembibitan sapi potong berbasis desa yang sukses dan dapat direplikasi di wilayah lain di NTB. Dengan kolaborasi antara pemerintah, tenaga teknis, dan para peternak, kami optimistis program ini akan memperkuat populasi sapi lokal, meningkatkan mutu genetik, serta mendorong kesejahteraan peternak secara berkelanjutan,” pungkasnya.(IB).
Disnakkeswan NTB Siapkan Village Breeding Center di Pringgasela

















Leave a Reply