Mataram_NTB, (tamborapress.com) – Anggota Komisi III DPRD Nusa Tenggara Barat (NTB), Akhdiansyah, menilai Bank NTB Syariah tetap menjadi motor penghasil dividen bagi Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) di Provinsi NTB. Kontribusi bank daerah tersebut masih menjadi yang terbesar dibandingkan BUMD lainnya, sehingga berperan penting dalam menopang Pendapatan Asli Daerah (PAD).
“Salah satu BUMD kita yang menghasilkan dividen tertinggi dibandingkan perusahaan-perusahaan lain, terutama BUMD milik daerah lainnya,” ujar Akhdiansyah atau Guru To’i, dikutip dari metrontb.com, Senin (03/08/2026).
Selain memberikan kontribusi dividen yang signifikan, Bank NTB Syariah juga memperoleh pengakuan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) setelah ditetapkan berstatus sehat dengan Peringkat Komposit 2 (PK-2).
“Tadi saya menyampaikan kepada Bank NTB bahwa bank ini telah dinyatakan sehat oleh OJK dengan status Peringkat Komposit 2 (PK-2). Saya mengapresiasi capaian tersebut,” katanya.
Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) tersebut mengungkapkan, berdasarkan dokumen APBD dan laporan pertanggung jawaban pemerintah daerah, realisasi dividen Bank NTB Syariah saat ini mencapai sekitar Rp72 miliar. Kata dia, angka tersebut masih berpotensi meningkat pada tahun depan seiring membaiknya kinerja perusahaan.
“Ke depan, kita optimistis dividen dapat meningkat menjadi sekitar Rp80 miliar, sehingga memberikan tambahan kontribusi terhadap APBD dan Pendapatan Asli Daerah (PAD),” ujarnya.
Ia meyakini prospek tersebut didukung oleh kinerja Bank NTB Syariah yang terus menunjukkan tren positif serta status kesehatan bank yang telah diakui regulator.
Meski mengapresiasi capaian tersebut, Akhdiansyah mengingatkan pentingnya penguatan tata kelola perusahaan (good corporate governance).
Menurutnya, manajemen perlu memperkuat sistem mitigasi risiko dan fungsi audit internal agar operasional bank tetap berjalan sesuai standar dan target kinerja dapat tercapai.
“Namun, saya juga memberikan beberapa saran, yaitu penguatan tata kelola perusahaan. Ada dua hal yang perlu diperkuat, yakni mitigasi risiko dan audit internal,” tuturnya.
Ia menambahkan, audit internal berperan penting dalam memastikan seluruh proses bisnis berjalan sesuai standar operasional prosedur (SOP), sekaligus menjaga keberlanjutan kinerja perusahaan dan pencapaian target dividen.
Selain itu, Ia juga mengingatkan pentingnya memperkuat mitigasi risiko sebagai pembelajaran dari insiden kejahatan siber yang pernah dialami Bank NTB pada 2025. Saat itu, Bank NTB termasuk salah satu dari 28 bank di Indonesia yang terdampak serangan siber hingga menyebabkan kehilangan dana.
“Karena itu, mitigasi risiko harus dipersiapkan dengan baik agar kejadian serupa tidak terulang,” tegasnya.
Secara keseluruhan, Akhdiansyah menyatakan optimistis terhadap kinerja manajemen baru Bank NTB Syariah. Menurutnya, meski mewarisi sejumlah persoalan dari periode sebelumnya, manajemen saat ini mampu menunjukkan perkembangan yang positif dalam satu tahun terakhir.
“Secara keseluruhan, saya optimistis dan percaya kepada manajemen baru,” pungkasnya.(IB).
Akhdiansyah Nilai Bank NTB Syariah Tetap Menjadi Motor Dividen BUMD NTB

















Leave a Reply