Advertisement

Disnakkeswan NTB Perketat Pengawasan Ternak Jelang Idhul Adha, Prioritaskan Stabilitas Pasokan


Mataram_NTB, (tamborapress.com) — Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakkeswan) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) memperkuat langkah strategis dalam mengawal lalu lintas ternak menjelang hari besar keagamaan Idhul Adha. Upaya ini dinilai penting, tidak hanya untuk menjamin kesehatan hewan kurban, tetapi juga menjaga stabilitas ekonomi daerah berbasis peternakan.

Kepala Disnakkeswan NTB, Muhamad Riadi, S.P., M.Ec.Dev, didampingi Kepala Bidang Tata Niaga Peternakan, menghadiri Rapat Koordinasi Satuan Tugas Terpadu Lalu Lintas Ternak Tahun 2026 yang digelar secara daring dari Ruang Rapat Anggrek, Kantor Gubernur NTB, Senin (30/03/2026) kemarin.

Rapat tersebut dipimpin langsung oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda NTB, Lalu Mohammad Faozal, serta melibatkan lintas perangkat daerah dan instansi terkait. Koordinasi ini menjadi langkah konkrit pemerintah daerah dalam memperkuat sinergi pengawasan distribusi ternak, khususnya menjelang meningkatnya kebutuhan hewan kurban.

Dalam forum tersebut, disepakati sejumlah langkah taktis, salah satunya pembentukan pos pantau di titik-titik strategis. Pengawasan akan difokuskan di wilayah Kabupaten Bima, perbatasan Bima–Dompu, kawasan Labuhan Badas, Pelabuhan Pototano, hingga Pelabuhan Lembar, yang selama ini menjadi jalur vital distribusi ternak keluar dan masuk NTB.

Muhamad Riadi, menjelaskan bahwa penguatan pengawasan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk memastikan distribusi ternak berjalan sesuai ketentuan serta memberikan dampak ekonomi yang optimal bagi daerah.

“ Melalui langkah ini, kami berharap pelaksanaan pengiriman hewan kurban dapat berjalan tertib dan lancar sesuai dengan ketentuan, serta mampu mendukung ekonomi masyarakat di Provinsi Nusa Tenggara Barat “, Ujarnya.

Langkah tersebut, kata dia, tidak hanya bertujuan memastikan kelancaran distribusi, tetapi juga menjamin aspek kesehatan dan kelayakan hewan ternak yang beredar di pasaran. Ia menegaskan, setiap hewan yang di lalu-lintaskan wajib memenuhi standar kesehatan guna melindungi konsumen sekaligus menjaga reputasi NTB sebagai salah satu lumbung ternak nasional.

Selain itu, penguatan pengawasan ini juga menjadi bagian dari strategi menjaga keseimbangan pasokan dan harga di pasar. Dengan distribusi yang terkontrol, potensi lonjakan harga menjelang hari raya diharapkan dapat ditekan, sehingga daya beli masyarakat tetap terjaga.

” Disnakkeswan NTB menilai sektor peternakan memiliki kontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi daerah. Karena itu, pengelolaan lalu lintas ternak yang tertib, sehat, dan terintegrasi menjadi kunci dalam mendorong keberlanjutan usaha peternak lokal sekaligus memperluas akses pasar “, Pungkasnya.(IB).

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *