Dompu_NTB, (tamborapress.com) – Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Desa Jala, Kecamatan Hu’u, Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat (NTB), memasuki tahap akhir. Hingga 1 Agustus 2026, progress fisik proyek strategis nasional tersebut telah mencapai 85 persen, dengan penyelesaian ditargetkan rampung pada Agustus 2026.
Proyek yang dikerjakan PT Aulia Berlian Konstruksi (ABK) itu merupakan bagian dari Program Kampung Nelayan Merah Putih yang digagas Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI untuk memperkuat infrastruktur kawasan pesisir sekaligus meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan masyarakat nelayan.
Pelaksana Lapangan PT Aulia Berlian Konstruksi, Agus Darmawan, mengatakan pekerjaan kini memasuki tahapan penyelesaian dengan fokus pada pembangunan akses jalan, penyempurnaan sejumlah fasilitas, serta pekerjaan akhir (finishing).
“Per 1 Agustus 2026, progres pembangunan sudah mencapai 85 persen. Saat ini kami fokus menyelesaikan konstruksi jalan dan pekerjaan finishing,” kata Agus, Sabtu (1/8/2026).
Menurut Agus, jadwal penyelesaian proyek sempat mengalami penyesuaian setelah KKP RI melakukan perubahan desain Kampung Nelayan Merah Putih secara nasional. Kendati demikian, perubahan tersebut tidak mengurangi komitmen pelaksana untuk menuntaskan pekerjaan sesuai target kontrak.
“Insya Allah seluruh pekerjaan dapat kami rampungkan sesuai jadwal yang telah ditetapkan,” ujarnya.
Paket pekerjaan pembangunan KNMP Desa Jala dikontrakkan sejak 19 Desember 2025 dengan masa pelaksanaan selama 179 hari kalender. Pendanaan proyek sendiri berasal dari Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap, Kementerian Kelautan dan Perikanan RI.
Pemerintah mengalokasikan anggaran sekitar Rp21,1 miliar, yang terdiri atas Rp11,1 miliar untuk pekerjaan konstruksi dan Rp10 miliar untuk pengadaan sarana dan prasarana pendukung.
Lingkup pekerjaan meliputi pembangunan revetment atau tanggul pelindung pantai, pabrik es, gudang beku (cold storage), shelter pendaratan ikan, shelter coolbox, kios perbekalan nelayan, kantor pengelola Koperasi Merah Putih Desa Jala, balai pertemuan nelayan, area parkir, toilet umum, tangki dan toren air, jaringan penerangan, sumur resapan, septic tank, Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Biotech, tempat pembuangan sampah, gapura, hingga shelter perbaikan alat tangkap.
Setelah beroperasi, kawasan Kampung Nelayan Merah Putih diharapkan menjadi pusat layanan terpadu bagi masyarakat pesisir, mencakup aktivitas pendaratan ikan, penyimpanan hasil tangkapan, distribusi, pengolahan, hingga pelatihan peningkatan kapasitas nelayan.
Dengan nilai investasi lebih dari Rp21 miliar, proyek ini diproyeksikan menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi pesisir di Kecamatan Hu’u. Keberadaan fasilitas yang lebih modern diharapkan mampu meningkatkan efisiensi rantai pasok hasil perikanan, memperkuat daya saing produk nelayan, serta memberikan manfaat langsung bagi sekitar 300 keluarga nelayan di Desa Jala.(IB).
Progress Pembangunan KNMP Desa Jala Dompu Capai 85 Persen, PT ABK Targetkan Rampung Agustus

















Leave a Reply