Advertisement

Dediansyah Pimpin FN Pordasi Pacu Dompu Masa Bhakti 2026-2030


Dompu_NTB, (Tamborapress.com) — Dediansyah, SH, resmi didaulat sebagai Ketua Pengurus Federasi Nasional Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia (FN Pordasi) Pacu Kabupaten Dompu untuk masa bhakti 2026–2030.

Penetapan tersebut tertuang dalam Surat Keputusan Pengurus Provinsi FN Pordasi Pacu Nusa Tenggara Barat (NTB) Nomor 002/PP/PACU/SK/VIII/2026 yang ditetapkan pada Jumat (14/8/2026) kemarin.

Kepercayaan yang diberikan kepada Dediansyah bukanlah tanpa alasan. Sosok kelahiran Desa Lepadi, Kecamatan Pajo, 34 tahun itu memang dikenal sebagai salah satu pecinta pacuan kuda yang konsisten memperjuangkan eksistensi olahraga tradisional kebanggaan masyarakat Dompu.

Sejak kecil, ia telah tumbuh di lingkungan yang akrab dengan arena pacuan, menjadikan olahraga berkuda bukan cuma hobi, tetapi bagian dari jati diri.

Perjalanan Dediansyah menuju pucuk kepemimpinan organisasi juga tidaklah berjalan mulus. Sebelumnya, Ia pernah gagal dalam kontestasi pemilihan Ketua Pordasi Dompu pada 2025 lalu. Namun, kekalahan tersebut tidak membuatnya meninggalkan dunia pacuan kuda. Sebaliknya, ia memilih terus bekerja dan membuktikan kecintaannya melalui tindakan nyata.

Hal tersebut dibuktikan pada April 2026 kemarin, ia bersama para pecinta kuda pacu di Kabupaten Dompu berhasil menginisiasi dan menyelenggarakan event pacuan kuda tradisional terbesar di Pulau Sumbawa. Meski dihadapkan pada keterbatasan anggaran, kegiatan tersebut berlangsung sukses dan mendapat apresiasi luas karena mampu membangkitkan kembali gairah masyarakat terhadap olahraga warisan leluhur tersebut.

“Saya tidak pernah menganggap kekalahan sebagai akhir dari pengabdian. Pacuan kuda adalah identitas masyarakat Dompu yang harus terus dijaga dan diwariskan kepada generasi berikutnya,” ujar Dediansyah.

Dalam menjalankan roda organisasi, Dediansyah didampingi banyak figur muda yang berpengalaman. Diantaranya, Taufan, S.Hut sebagai Wakil Ketua I, Ansari sebagai Wakil Ketua II, Zulfikal Jukherman sebagai Wakil Ketua III, serta M. Arif Fatwa, S.Pd sebagai Wakil Ketua IV.

Selain itu, kepengurusan baru juga diperkuat dengan berbagai bidang teknis, mulai dari Pembinaan Prestasi, Diklat dan Litbang, Sports Science, Peraturan dan Pertandingan, Sarana dan Prasarana, Kesehatan, Peternakan dan Registrasi Kuda, Pacu Prestasi hingga Pacu Tradisional.

Menurut Dediansyah, tantangan ke depan bukan hanya menghadirkan lebih banyak event pacuan, tetapi juga membangun sistem pembinaan yang profesional, meningkatkan kualitas organisasi, serta menjaga nilai-nilai budaya yang selama ini melekat pada tradisi pacuan kuda Dompu.

“Saya mengajak seluruh pecinta kuda pacu, pemerintah daerah, KONI, dan seluruh masyarakat untuk bersama-sama membangun pacuan kuda Dompu. Dengan kebersamaan, saya yakin kita mampu melahirkan prestasi tanpa meninggalkan akar budaya yang menjadi kebanggaan daerah,” katanya.

Kepengurusan FN Pordasi Pacu Kabupaten Dompu akan menjalankan amanah hingga Agustus 2030 dengan bertanggung jawab kepada Pengurus Provinsi FN Pordasi Pacu NTB.

Di bawah kepemimpinan Dediansyah, harapan akan masa depan olahraga tersebut pun muncul. Pacuan kuda Dompu diharapkan tidak hanya semakin kompetitif dalam melahirkan prestasi, tetapi juga tetap menjadi simbol persaudaraan, pelestarian budaya, dan kebanggaan masyarakat Bumi Nggahi Rawi Pahu. (SALAM SATU KUDA SEJUTA SAUDARA).

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *