Dompu_NTB, (tamborapress.com) – Perseroan Daerah (Perseroda) PT Pasaka Agri Dompu mulai menerapkan strategi bisnis baru melalui penataan manajemen, efisiensi beban operasional, optimalisasi aset dan penguatan sistem kerja untuk mendorong peningkatan pendapatan perusahaan.
Manajer SPBU Manggelewa, Budirman, menyatakan, kebijakan baru jajaran direksi dan komisaris telah membawa perubahan pada pola kerja dan pengelolaan usaha.
“Sebagai manajer dan kru SPBU Manggelewa, kami merasakan ada perubahan sejak kehadiran direksi dan komisaris baru PT Pasaka Agri Dompu,” kata Budirman, Sabtu (19/09/2026).
Menurut Budiman, pembenahan itu mencakup penataan struktur organisasi, pemetaan beban usaha, penerapan SOP, pengelolaan stok serta peningkatan jam pelayanan.
Salah satu perubahan paling terlihat adalah jam operasional. Sebelumnya, SPBU Manggelewa hanya melayani masyarakat mulai 07.00 pagi hingga jam 20 : 00 malam.
Kini, waktu pelayanan diperpanjang menjadi 06.30 pagi hingga 21.30 setiap hari.
Perpanjangan jam operasional tersebut dibarengi dengan penataan manajemen stok BBM agar ketersediaan produk tetap terjaga.
“Pengelolaan stok dilakukan dengan konsep manajemen stok yang lebih tertib sehingga memungkinkan BBM tersedia untuk penjualan setiap hari tanpa kendala,” ujarnya.
Budirman yang sudah bekerja Belasan tahun di SPBU Manggelewa tersebut menilai, kombinasi ketersediaan stok, jam pelayanan yang lebih panjang dan sistem kerja yang lebih tertata membuka peluang bagi SPBU untuk meningkatkan volume penjualan dan mengoptimalkan pendapatan.
Ia juga menyebut kepemimpinan direksi baru yang disiplin, pekerja keras dan bersahabat turut meningkatkan semangat kru.
“Kami segenap kru SPBU Manggelewa benar-benar bersemangat dalam bekerja,” katanya.
Selain itu, pembenahan yang terapkan juga turut menyasar kebersihan lingkungan melalui gotong royong rutin setiap pekan serta peningkatan penerangan pada malam hari. Respons masyarakat sekitar terhadap SPBU, kata Budirman, juga mulai membaik.
Sebelumnya, Direktur Utama PT Pasaka Agri Dompu, Anshori, SE, mengatakan, bahwa penyehatan perusahaan tidak akan terus bergantung pada tambahan dan penyertaan modal.
“Kami tidak selalu menyehatkan perusahaan ini dengan menambah modal. Kami coba menata kembali secara profesional bisnisnya dengan aset yang ada,” kata Anshori, dikutip dari suarantb.com, Rabu (16/9/2026) kemarin.
Kata Anshori, manajemen saat ini tengah mengidentifikasi seluruh beban perusahaan dan memangkas pengeluaran yang tidak diperlukan. Biaya yang tetap dibutuhkan akan dihitung berdasarkan kebutuhan riil.
“Itu kita hilangkan. Kemudian beban yang memang kita butuhkan, kita cari angka yang paling riil,” ujarnya.
Setelah efisiensi, perusahaan akan fokus meningkatkan pendapatan melalui optimalisasi usaha yang sudah berjalan, termasuk SPBU Manggelewa.
Manajemen juga berencana berkantor di area SPBU untuk memantau langsung operasional sekaligus memetakan peluang pengembangan usaha.
Bagi Budirman dan jajaran SPBU Manggelewa, perubahan tersebut menjadi dorongan baru untuk meningkatkan produktivitas dan pelayanan.
Ia berharap pembenahan PT Pasaka Agri menjadi langkah awal menuju perusahaan yang lebih sehat sekaligus mampu memberikan kontribusi positif terhadap pendapatan daerah.(IB).

















Leave a Reply