Advertisement

350 Sapi Dompu ke Kalsel Dijadwalkan 15 Januari, Holding Karantina Masih Kosong

Dompu_NTB, (tamborapress.com) – Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakkeswan) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) secara resmi telah menetapkan jadwal pengiriman ternak melalui program Tol Laut untuk 350 ekor sapi pedaging asal Kabupaten Dompu dengan tujuan Kalimantan Selatan (Kalsel). Pengiriman tersebut dijadwalkan berangkat pada 15 Januari 2026, sebagaimana tertuang dalam surat penetapan bernomor : 100.3.3/008/2026, yang dikeluarkan pada Rabu (7/1/2026) kemarin.

Sebanyak 350 ekor sapi tersebut tercatat atas nama dua badan usaha jasa pengiriman ternak asal Dompu, yakni CV PUTRI HAFIDZAH dan CV DIKAH. Kedua perusahaan ini sendiri diketahui bukan pemain baru dan kerap melakukan pengiriman ternak keluar daerah.

Namun, Hingga Jumat (9/1/2026) siang, atau hanya tersisa beberapa hari jelang jadwal keberangkatan, Holding Ground milik Disnakkeswan Dompu yang berlokasi di Kecamatan Woja terpantau masih kosong. Tidak satu pun dari ratusan sapi yang dijadwalkan berangkat itu terlihat masuk untuk menjalani pemeriksaan kesehatan maupun verifikasi administrasi.

Padahal, berdasarkan Standar Operasional Prosedur (SOP) lalu lintas ternak yang berlaku di lingkungan Disnakkeswan, setiap ternak yang akan dikirim ke luar daerah wajib masuk Holding Ground dalam jangka waktu tertentu sebelum keberangkatan.

Di fasilitas tersebut, ternak harus menjalani serangkaian tahapan, mulai dari pemeriksaan kesehatan oleh dokter hewan berwenang, identifikasi fisik ternak, pengecekan kesesuaian dokumen, hingga penerbitan rekomendasi pengiriman dan Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH). Rekomendasi pengiriman baru dapat dikeluarkan setelah seluruh tahapan tersebut dinyatakan terpenuhi.

Selain itu, Holding Ground juga memiliki fungsi sebagai titik karantina sementara, pemeriksaan kelayakan kesehatan ternak, serta pengecekan kelengkapan dokumen sebelum sapi dikirim ke luar daerah. Fungsi tersebut semakin penting di tengah meningkatnya kewaspadaan terhadap Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang beberapa waktu terakhir kembali menjadi perhatian di Kabupaten Dompu.

Disisi lain, Kelalaian atau keterlambatan pengisian Holding Ground bukan hanya berpotensi melonggarkan pengawasan kesehatan hewan, tetapi juga dapat mencoreng reputasi Kabupaten Dompu yang selama ini dikenal sebagai salah satu sentra sapi unggulan nasional.

Selain aspek kesehatan, Holding Ground juga memiliki nilai strategis dari sisi fiskal daerah. Fasilitas tersebut merupakan salah satu sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang dikelola Disnakkeswan melalui penarikan biaya administrasi pengiriman ternak keluar daerah. Peran itu menjadi semakin penting di tengah kebijakan efisiensi anggaran yang saat ini diterapkan pemerintah pusat.

Kepala Disnakkeswan Dompu, Muhammad Abduh, SE., M.Si., yang dikonfirmasi tamborapress.com pada Jumat (09/01/2026) siang, belum memberikan penjelasan terkait alasan belum masuknya ratusan sapi milik CV PUTRI HAFIDZAH dan CV DIKAH ke Holding Ground.

Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan : Apakah Disnakkeswan Dompu mampu melakukan pemeriksaan kesehatan dan administrasi terhadap ratusan ekor sapi tersebut secara maksimal dalam waktu yang sangat terbatas? Terlebih, jadwal keberangkatan tinggal menghitung hari.

Sementara hingga berita ini dipublikasikan, awak media masih berupaya menghubungi pihak CV PUTRI HAFIDZAH dan CV DIKAH untuk memperoleh klarifikasi terkait alasan belum dimasukkannya ternak ke Holding Ground guna menjalani pemeriksaan sesuai prosedur yang berlaku.(IB).

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *