Mataram_NTB, (tamborapress) — Isu pembekuan Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Bulan Bintang (PBB) Nusa Tenggara Barat (NTB) yang sempat beredar di ruang publik akhirnya dibantah tegas. Pengurus wilayah menegaskan, hingga kini tidak ada keputusan resmi yang sah secara hukum dari DPP terkait pembekuan tersebut.
Sekretaris Wilayah DPW PBB NTB, Muhlis Hasim, menyatakan bahwa klaim pembekuan tidak memiliki legitimasi karena tidak memenuhi ketentuan administratif dan hukum yang berlaku.
“Jika tidak ditandatangani Ketua Umum dan Sekretaris Jenderal yang diakui dalam Surat Keputusan Kementerian Hukum dan HAM, maka dokumen itu cacat prosedur dan batal demi hukum,” ujarnya Selasa (21/04/2026).
Di tengah beredarnya isu tersebut, aktivitas partai di NTB justru tetap berjalan normal. Bahkan diungkapkan muhlis, konsolidasi internal dinilai semakin kuat di bawah kepemimpinan Ketua DPW PBB NTB, Nadirah Alhabsyi.
Muhlis menegaskan, isu pembekuan yang beredar tidak memengaruhi kinerja organisasi. DPW PBB NTB tetap solid dan fokus menjalankan agenda partai.
“Kami berpegang pada aturan hukum dan tetap bekerja. Tidak ada ruang bagi klaim sepihak yang tidak memiliki dasar,” tegasnya.
Sejumlah agenda organisasi, termasuk penguatan struktur hingga tingkat daerah dan basis akar rumput, terus digencarkan. Muhlis menyebut, langkah ini menjadi bagian dari strategi menjaga soliditas partai di tengah dinamika politik nasional.
Nama Nadirah Alhabsyi sendiri dianggap memiliki peran sentral dalam menjaga stabilitas dan memperluas jaringan partai di NTB. Ia dikenal aktif membangun konsolidasi hingga ke tingkat bawah, tidak hanya melalui struktur formal, tetapi juga pendekatan sosial kemasyarakatan.
Upaya yang dilakukan tersebut menjadi kunci di tengah tantangan yang dihadapi PBB secara nasional, termasuk trend penurunan elektabilitas. Di tingkat daerah, DPW PBB NTB justru mampu menjaga eksistensi dan daya saing politik.
Hal itu terbukti dengan keberhasilan Nadirah yang dijuluki “Srikandi NTB” itu meraih kursi di DPRD NTB, menjadikannya satu-satunya kader PBB yang berhasil lolos ke parlemen provinsi. Capaian tersebut sebagai hasil dari konsolidasi yang terstruktur dan berkelanjutan.
Sementara diluar aktivitas politik, Nadirah juga aktif dalam kegiatan sosial dan pendidikan. Ia terlibat dalam pengelolaan lembaga pendidikan berbasis Islam di Kabupaten Dompu, yang dianggap turut berkontribusi dalam pengembangan sumber daya manusia di daerah.
Popularitasnya pun tidak terbantahkan. Di kalangan aktivis dan media di NTB, Nadirah dikenal luas dan memiliki kedekatan emosional. Ia bahkan akrab disapa “Bunda Ketua”, sebuah panggilan yang mencerminkan kombinasi antara kepemimpinan dan kedekatan personal.(IB).
TEGAS! DPW PBB NTB Bantah Isu Pembekuan, Kepengurusan Nadirah Tetap Sah

















Leave a Reply