Jakarta, (tamborapress.com) – Ketika banyak politisi melihat jenjang jabatan sebagai barometer keberhasilan, Hj. Mahdalena, SS. MM, justru memilih jalan sebaliknya. Di tengah posisinya sebagai Anggota Komisi VIII DPR RI Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), ia malah menerima amanah untuk memimpin Dewan Pengurus Cabang (DPC) PKB Kabupaten Bima, sebuah keputusan yang menunjukkan bahwa politik bukan soal posisi, tapi tentang pengabdian kepada rakyat.
Keputusan tersebut menjadi perhatian publik karena dianggap tidak lazim. Dengan pengalaman dan kapasitas politik di tingkat nasional, Mahdalena dinilai memiliki peluang menduduki jabatan struktural yang lebih tinggi di lingkungan partai. Namun, ia memilih kembali ke daerah, demi memperkuat organisasi dari akar rumput dan semakin dekat dengan masyarakat yang selama ini diwakilinya.
Pilihan itu semakin dibuktikan saat Hj. Mahdalena resmi dilantik sebagai Ketua DPC PKB Kabupaten Bima periode 2026–2031 bersama 513 Ketua DPC PKB lainnya dari seluruh Indonesia, yang berlangsung di Taman Fatahillah, Kota Tua, Jakarta, Rabu (22/7/2026) malam tadi.
Bagi Hj. Mahdalena, amanah tersebut merupakan penugasan langsung dari Ketua Umum PKB sebagai bagian dari strategi memperkuat struktur partai hingga ke tingkat daerah.
“Saya ditugaskan Ketua Umum untuk mengembangkan partai di Kabupaten Bima, karena target Ketua Umum seluruh daerah pemilihan harus terisi dan organisasi semakin kuat,” ujar Mahdalena Via Seluler, Kamis (23/07/2026) pagi.
Menurut Ketua Kelompok Fraksi (Kapoksi) PKB Komisi VIII DPR RI itu, membesarkan partai tidak cukup dilakukan dari pusat. Kehadiran pemimpin di tengah masyarakat merupakan pondasi penting untuk membangun kepercayaan publik sekaligus memastikan aspirasi rakyat terserap dengan baik.
Karena itu, menerima amanah sebagai Ketua DPC bukanlah langkah mundur, tapi bagian dari tanggung jawab politik yang harus dijalankan dengan penuh kesungguhan.
“Bagi saya, politik adalah jalan pengabdian. Jabatan hanyalah amanah yang harus dipertanggung jawabkan. Yang paling penting adalah bagaimana kita bisa lebih dekat dengan masyarakat, mendengar kebutuhan mereka, lalu memperjuangkannya melalui kerja nyata,” tegas Mahdalena.
Selama menjadi anggota DPR RI, Mahdalena dikenal aktif memperjuangkan berbagai program di bidang pendidikan, keagamaan, pemberdayaan masyarakat, bantuan sosial, hingga perlindungan kelompok rentan di Pulau Sumbawa. Berbagai program tersebut lahir dari komunikasi yang intens dengan masyarakat di daerah pemilihannya.
Baginya, memperkuat organisasi partai di tingkat kabupaten merupakan bagian dari ikhtiar membangun politik yang tidak berjarak dengan rakyat. Kehadiran partai harus dirasakan sebagai ruang perjuangan bersama, bukan sekadar mesin elektoral menjelang pemilu.
Langkah Mahdalena juga mencerminkan nilai-nilai yang selama ini menjadi karakter perjuangan PKB, yakni membangun politik yang berpijak pada pelayanan, keberpihakan kepada masyarakat kecil, pemberdayaan ummat, serta penguatan demokrasi dari tingkat paling bawah.
Bagi Mahdalena, amanah baru tersebut bukan tentang menambah jabatan, melainkan memperluas ruang pengabdian. Sebab, dalam pandangannya, kehormatan seorang politisi tidak diukur dari setinggi apa posisi yang diraih, tetapi dari seberapa besar manfaat yang mampu diberikan kepada rakyat.
“Politik akan selalu bermakna ketika menjadi jalan pengabdian, bukan sekadar jalan menuju kekuasaan,” menjadi pesan yang tercermin dari langkah Hj. Mahdalena memilih kembali menguatkan akar rumput demi terus membersamai masyarakat yang diwakilinya.(IB).
Tinggalkan Gengsi Jabatan Demi Pilih Kembali ke Akar Rumput, Hj. Mahdalena: Politik adalah Jalan Pengabdian

















Leave a Reply