Advertisement

BPP Dodokan Moyosari Sediakan 200 Ribu Bibit Gratis untuk Dukung Penghijauan Pulau Sumbawa

Dompu_NTB, (tamborapress.com) – Balai Persemaian Permanen (BPP) Dodokan Moyosari, unit persemaian milik Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) R.I melalui Direktorat Jenderal Pengendalian Daerah Aliran Sungai dan Rehabilitasi Hutan (Ditjen PDASRH), menyiapkan sekitar 200 ribu bibit tanaman untuk di distribusikan kepada masyarakat sepanjang tahun 2026.

Persemaian yang berlokasi di Desa Tekasire, Kecamatan Manggelewa, Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat (NTB), tersebut menjadi salah satu pusat penyediaan bibit strategis yang melayani kebutuhan penghijauan dan pengembangan tanaman produktif bagi masyarakat di Pulau Sumbawa.

Jumlah bibit yang disiapkan tahun ini meningkat signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Pada 2025, BPP Dodokan Moyosari tercatat telah menyalurkan sekitar 30 ribu bibit tanaman produktif kepada masyarakat, yang didominasi oleh berbagai jenis tanaman buah.

Kepala Pelaksana Persemaian Dodokan Moyosari, Muhammad Taufikkurahman, mengatakan peningkatan produksi bibit dilakukan untuk mengakomodasi tingginya permintaan masyarakat terhadap bibit tanaman produktif maupun tanaman kehutanan.

“Tahun ini kami menyiapkan kurang lebih 200 ribu bibit. Antusiasme masyarakat sangat tinggi, bukan hanya dari Kabupaten Dompu, tetapi juga dari Kabupaten Bima dan Sumbawa,” ujarnya saat ditemui, Senin (22/6/2026).

Dari total bibit yang tersedia, sejumlah varietas unggulan menjadi prioritas, di antaranya durian sebanyak 40 ribu bibit, alpukat 35 ribu bibit, dan srikaya sekitar 15 ribu bibit. Selain itu, tersedia pula berbagai jenis bibit buah-buahan unggulan lainnya yang disiapkan untuk mendukung peningkatan produktivitas lahan masyarakat.

Tak hanya tanaman buah, BPP Dodokan Moyosari juga menyediakan bibit tanaman kehutanan dan tanaman produktif seperti kemiri dan mahoni. Menariknya, pada tahun ini persemaian tersebut mendatangkan sekitar 5 ribu bibit cendana dari Nusa Tenggara Timur (NTT), daerah yang dikenal sebagai habitat endemik tanaman bernilai ekonomi tinggi tersebut.

Menurut Muhammad Taufikkurahman, pemilihan cendana didasarkan pada kesesuaian karakteristik iklim antara NTT dan Pulau Sumbawa sehingga peluang tumbuh dan berkembangnya tanaman tersebut dinilai cukup baik.

“Kami mendatangkan bibit cendana dari NTT karena kondisi iklimnya relatif mirip dengan Pulau Sumbawa. Untuk tahap awal jumlahnya sekitar 5 ribu bibit,” katanya.

Keberadaan Balai Persemaian Permanen Dodokan Moyosari dinilai memiliki peran penting dalam mendukung program rehabilitasi lahan dan konservasi lingkungan, sekaligus mendorong pengembangan sektor pertanian dan perkebunan masyarakat.

Selain menyediakan bibit secara gratis, balai ini juga menjadi instrumen pemerintah dalam mengurangi laju deforestasi akibat pembukaan lahan baru melalui pemanfaatan lahan yang lebih produktif dan berkelanjutan.

Muhammad Taufikkurahman berharap masyarakat dapat memanfaatkan fasilitas yang disediakan pemerintah tersebut secara optimal, terutama untuk kegiatan penghijauan, rehabilitasi lahan kritis, serta pengembangan kebun produktif yang bernilai ekonomi.

“Kami berharap bibit yang tersedia dapat dimanfaatkan semaksimal mungkin oleh masyarakat. Dengan penanaman pohon produktif maupun tanaman kehutanan, lahan-lahan yang ada dapat memberikan manfaat ekonomi sekaligus menjaga kelestarian lingkungan,” terangnya.

Sementara bagi Masyarakat yang berminat memperoleh bibit tidak dipungut biaya sepeserpun. Warga cukup mendatangi Balai Persemaian Permanen Dodokan Moyosari di Desa Tekasire dengan membawa kartu identitas diri seperti KTP. Setiap pemohon dapat memperoleh bibit sesuai kebutuhan dengan batas maksimal 25 bibit per orang.

Program ini sendiri diharapkan mampu mendorong partisipasi masyarakat dalam upaya penghijauan serta memperkuat ketahanan lingkungan dan ekonomi berbasis tanaman produktif di Pulau Sumbawa.(IB).

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *