Dompu_NTB, (tamborapress.com) — Dua siswa SDN 10 Manggelewa, Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat (NTB), dilarikan ke RSUD Pratama Manggelewa setelah mengalami muntah-muntah dan keluhan gangguan pencernaan usai menyantap menu program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Dugaan keracunan tersebut terjadi setelah kedua siswa membawa pulang menu MBG yang dibagikan di sekolah pada Jumat (21/8/2026). Makanan itu kemudian dikonsumsi di rumah setelah keduanya pulang sekolah.
Kepala SDN 10 Manggelewa, Hasnadi, S.Pd, mengatakan, dirinya baru mengetahui kejadian tersebut pada Jumat siang setelah mendapat informasi dari sejumlah guru, termasuk wali kelas kedua siswa.
“Siang baru saya tahu. Kata para guru, kedua siswa itu bawa pulang makanan. Katanya setelah makan menu itu baru muntah-muntah, lalu dibawa ke rumah sakit sama orang tua siswa,” ujar Hasnadi, Sabtu (22/8/2026) siang.
Menurut keterangan pihak sekolah, menu MBG dibagikan kepada siswa pada pagi hari. Namun, kedua siswa tersebut memilih membawa makanan itu pulang dan baru menyantapnya setelah berada di rumah.
Mengetahui kondisi kedua siswa, mitra pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Doromelo langsung mendatangi keluarga korban.
Rahmah, mitra pengelola SPPG Doromelo, mengatakan pihaknya memberikan bantuan biaya pengobatan kepada kedua siswa.
“Kami sudah mendatangi pihak korban dan kami sudah memberikan santunan juga, karena kami menganggap itu kesalahan dan kelalaian kami,” kata Rahmah.
Ia mengatakan, pihak keluarga kedua siswa juga telah ditemui dan tidak mempermasalahkan kejadian tersebut.
“Pihak keluarga juga tidak mempermasalahkan hal itu. Kami bertemu keluarga siswa dan memberikan biaya berobat,” ujarnya.
Sementara itu, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Dompu bergerak cepat untuk memastikan penyebab kondisi yang dialami kedua siswa.
Petugas mengambil sampel makanan yang dibagikan SPPG Doromelo untuk selanjutnya dilakukan pemeriksaan laboratorium. Langkah tersebut dilakukan untuk mengetahui apakah keluhan kesehatan kedua siswa berkaitan dengan menu MBG atau dipengaruhi faktor lain.
Kepala Dinkes Dompu, Omiyati Fatimah S.Sos, MPH, melalui Katimjar Penyehatan Lingkungan Dinkes Dompu, Arifuddin, S.Km, membenarkan pengambilan sampel tersebut.
“Iya, sudah kami ambil untuk uji lab. Tunggu beberapa hari baru hasilnya keluar,” kata Arifuddin.
Berdasarkan penelusuran sementara, Arifuddin menyebut kedua siswa mengonsumsi menu MBG setelah pulang sekolah. Padahal, makanan tersebut dibagikan pada pagi hari dan diperuntukkan untuk dikonsumsi di sekolah.
Selain itu, petugas juga mendapat informasi bahwa kedua siswa diduga mengonsumsi air mentah dari sumur bor di sekitar rumah.
“Pada dasarnya menu MBG baik, hanya saja dibawa pulang ke rumah. Harusnya makan di sekolah. Anak itu juga minum air mentah sumur bor dekat rumahnya,” ujarnya.
Kedua siswa sempat mengalami mual dan muntah, diduga mengalami gangguan pencernaan. Mereka kemudian mendapat perawatan di RSUD Pratama Manggelewa sebelum akhirnya diperbolehkan pulang sekitar pukul 19.00 Wita hari itu juga.
Hingga kini, penyebab pasti kondisi yang dialami kedua siswa tersebut masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium. Hasil uji sampel diharapkan dapat memberikan kepastian mengenai faktor yang menyebabkan munculnya keluhan kesehatan setelah kedua siswa mengonsumsi menu MBG.(IB).
Diduga Keracunan Menu MBG, Siswa SDN 10 Manggelewa Dompu Dilarikan ke Rumah Sakit

















Leave a Reply