Advertisement

Patroli dan Penyuluhan Berjalan Konsisten, KPH Wilayah VI DLHK NTB Perkuat Pengamanan Hutan Riwo


Dompu_NTB, (tamborapress.com) – Upaya menjaga kelestarian hutan terus diperkuat oleh Balai KPH Wilayah VI Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) melalui kegiatan patroli rutin yang dipadukan dengan penyuluhan kepada masyarakat. Langkah ini dinilai efektif dalam memastikan keamanan kawasan sekaligus membangun kesadaran kolektif warga terhadap pentingnya menjaga fungsi hutan.

Kegiatan yang dilaksanakan pada Rabu (22/04/2026) kemarin tersebut menyasar kawasan Hutan Riwo RTK 43 yang berstatus Hutan Produksi Terbatas (HPT). Fokus pengamanan meliputi blok pemanfaatan kawasan, jasa lingkungan (Jasling), serta hasil hutan bukan kayu (HHBK), tepatnya di petak HPT-320 dan HPT-306.

Patroli dipimpin langsung oleh Kepala Resort Riwo, Moh. Thaufan, S.Hut., bersama tim yang terdiri dari Suwarno, Sandra Fikar, SE.I, dan Rusdiansyah. Tim melakukan penelusuran intensif di sejumlah titik rawan, di antaranya wilayah So Rengge Wai De dan So Dam Tonda Barat, dengan total luasan area pengamanan mencapai sekitar 150 hektar.

Berdasarkan hasil pemantauan lapangan pada titik koordinat 50L Y: 0648711 X: 9050583, kondisi kawasan hutan terpantau aman dan terkendali. Tidak ditemukan adanya aktivitas ilegal seperti penebangan liar, perambahan, maupun indikasi pelanggaran lainnya.

Kepala Resort Riwo, Moh. Thaufan, menegaskan bahwa kegiatan patroli rutin merupakan bagian dari tanggung jawab utama dalam menjaga kawasan hutan tetap kondusif.

“Patroli ini kami lakukan secara berkala sebagai langkah preventif untuk memastikan tidak ada aktivitas ilegal di dalam kawasan. Kami juga terus membangun komunikasi dengan masyarakat agar bersama-sama menjaga kelestarian hutan,” ujarnya.

Tak hanya fokus pada pengawasan, KPH Wilayah VI juga mengedepankan pendekatan humanis melalui penyuluhan kepada masyarakat sekitar hutan, khususnya di Desa Mumbu, Kecamatan Woja. Dalam kegiatan tersebut, tim memberikan edukasi terkait pentingnya menjaga kelestarian hutan serta mematuhi aturan perundang-undangan yang berlaku.

Sementara kepala Balai KPH Wilayah VI DLHK NTB, Faruk S.Hut. M. Innov, menekankan bahwa pendekatan kolaboratif menjadi kunci dalam menjaga keberlanjutan hutan.

“Kami tidak hanya mengedepankan pengamanan, tetapi juga pembinaan kepada masyarakat. Sinergi antara petugas dan warga sangat penting agar pengelolaan hutan dapat berjalan secara berkelanjutan dan memberikan manfaat bagi semua pihak,” ungkapnya.

Pendekatan persuasif ini kata dia, diharapkan mampu memperkuat sinergi antara petugas kehutanan dan masyarakat, sehingga upaya perlindungan hutan dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan.

Kegiatan patroli rutin yang diintegrasikan dengan pembinaan masyarakat menjadi bagian dari strategi KPH Wilayah VI dalam mencegah berbagai potensi gangguan keamanan hutan, seperti illegal logging dan perambahan”, pungkasnya.(IB).

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *